Pasar bersiap menghadapi kenaikan suku bunga AS dan Eropa. Data tenaga kerja AS yang kuat memicu kalkulasi ulang risiko kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.

Fokus pasar tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen AS pada Rabu, yang diperkirakan menunjukkan lonjakan biaya energi.

Peluang kenaikan suku bunga Fed diperkirakan 60%, dengan kenaikan 25 bps diantisipasi penuh pada Desember. Yield US Treasury 2 tahun bertengger di 4,158%.

Pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga ECB 25 bps pada Kamis, dengan proyeksi suku bunga Eropa di 2,5%-2,75% akhir tahun.

Dolar AS tetap kuat di 160,17 yen, mendekati level tertinggi. Jika menembus 160,725, Otoritas Moneter Jepang diprediksi melakukan intervensi.

Euro tertahan di US$1,1527 dan poundsterling di US$1,3334.

Harga komoditas mulai mereda.

Minyak mentah Brent turun 0,2% ke US$94,08 per barel, WTI melemah 0,3% ke US$91,06.

>>> IHSG Anjlok 4,52 Persen, Tertekan Aksi Jual dan Pelemahan Rupiah

Emas spot terkoreksi 0,3% ke US$4.316 per ons.