Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada awal pekan ini. Tekanan jual yang meluas di berbagai sektor menjadi pemicu utama koreksi tersebut.

Kondisi ini diperparah oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Penurunan kepercayaan investor asing terhadap konsistensi arah kebijakan domestik turut menekan pergerakan indeks.

>>> Harga Perak Antam 9 Juni 2026 Turun Rp 150 Jadi Rp 45.650 Per Gram

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG terkoreksi tajam sebesar 4,52 persen atau berkurang 252 poin.

Indeks ditutup pada level 5.342,62, mendekati posisi terendahnya sepanjang tahun.

Hampir seluruh lini industri di pasar modal terkena dampak penurunan ini. Sektor perindustrian mencatat kejatuhan paling dalam dengan kemerosotan mencapai 6,39 persen.

Pelemahan ini diikuti oleh sektor infrastruktur yang merosot sebesar 6,29 persen. Sementara itu, sektor transportasi dan logistik juga terdepresiasi sebesar 5,58 persen.

Beberapa sektor lain yang ikut melemah di antaranya teknologi sebesar 4,68 persen, kesehatan 4,44 persen, serta barang konsumsi primer 4,36 persen.

Sektor energi, bahan baku, properti, dan keuangan tidak luput dari tren negatif.

Dominasi warna merah terlihat jelas pada papan perdagangan hari ini.

Tercatat sebanyak 661 saham mengalami penurunan harga, sedangkan saham yang menguat hanya berjumlah 78, dan 78 saham lainnya tidak bergerak.

Aktivitas perdagangan di lantai bursa terpantau tetap ramai di tengah situasi pasar yang tertekan.

Volume transaksi tercatat menyentuh angka 32,39 miliar saham dengan nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp21,39 triliun.

Arus modal keluar yang dipicu oleh aksi jual investor asing menjadi beban berat bagi pasar.

Investor asing membukukan penjualan bersih atau net sell senilai Rp447,05 miliar di seluruh pasar.