PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Senin (8/6/2026).

Nilai dividen tersebut setara dengan Rp221 per saham atau Rp22.100 per lot sebelum dipotong pajak.

>>> Saham Astra International Merosot 4,6% ke Rp4.360, Investor Asing Mulai Borong

Alokasi keuntungan ini mencakup 123% dari laba bersih tahun buku 2025, karena emiten pelat merah tersebut mengambil tambahan dana sekitar Rp4,2 triliun dari posisi laba ditahan periode tahun-tahun sebelumnya.

Langkah ini menempatkan TLKM sebagai salah satu emiten dengan imbal hasil dividen tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan potensi rasio dividend yield mencapai 9,4% berdasarkan harga penutupan saham terbaru.

Pada hari pelaksanaan RUPST, harga saham perusahaan telekomunikasi ini justru tergelincir 14,86% atau melemah 410 poin ke level Rp2.350 per lembar, akumulasi penurunan sebesar 32,28% sepanjang tahun berjalan.

Direksi perseroan menetapkan distribusi dividen akan dirampungkan selambat-lambatnya pada 10 Juli 2026.

>>> Yield SBN 10 Tahun Tembus 7,16 Persen, Dipicu Tekanan Global dan Defisit APBN

"Adapun yang berhak menerima dividen adalah para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham TLKM pada penutupan perdagangan 19 Juni 2026," jelas Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom.

Manajemen menerangkan bahwa laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025 mengalami tekanan akibat kebijakan percepatan depresiasi dalam program total governance reset, meski arus kas tetap kokoh karena efek tersebut bersifat non-tunai.

Kebijakan rasio pembayaran dividen ini telah melewati fase kalkulasi internal demi menjaga kesinambungan ekspansi korporasi.

>>> IHSG Anjlok 4,52 Persen ke Level 5.342, Dipicu Aksi Jual Asing

Perseroan menyatakan berhasil mempertahankan performa finansial dasar yang sehat di tengah ketatnya persaingan industri seluler sepanjang tahun lalu.