Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan Senin (8/6). Indeks domestik merosot 4,52 persen dan tertahan di posisi 5.342,14.

Tekanan terhadap pasar dipicu oleh pelemahan saham berkapitalisasi besar.

>>> Pendaftaran SPMB SMP Samarinda 2026 Dibuka, Ini Jadwal dan Syaratnya

Beberapa di antaranya adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Penurunan tersebut belum mampu diimbangi oleh penguatan sejumlah saham lain.

Saham yang mencatat penguatan antara lain PT Surya Multi Investama Tbk (SMMA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN).

Aksi jual oleh investor asing turut memperberat posisi indeks.

Pemodal internasional membukukan penjualan bersih senilai Rp587,21 miliar di pasar reguler dan Rp447,05 miliar di seluruh pasar.

Seluruh sektor saham berakhir di zona negatif. Sektor industri mencatat koreksi paling dalam setelah anjlok 6,39 persen.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat bergerak bervariasi.

Indeks Dow Jones melemah 0,16 persen ke level 50.786, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq menguat masing-masing 0,30 persen dan 0,86 persen.

Pelaku pasar kini mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang berada di posisi Rp18.177 per dolar AS. Situasi ini berisiko memperparah tekanan jika aliran modal asing keluar terus-menerus.

Eskalasi ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel turut meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global.

Dampaknya juga menekan ETF EIDO yang merosot 3,83 persen dan indeks MSCI Indonesia yang turun 5,77 persen.

Aksi Korporasi dan Dividen

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) bersiap melakukan private placement dengan melepas 218,31 juta lembar saham baru.