Imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melonjak ke level 7,16 persen pada Senin (8/6/2026).

Angka tersebut naik signifikan dari posisi sebelumnya yang berada di 6,84 persen.

>>> IHSG Anjlok 4,52 Persen ke Level 5.342, Dipicu Aksi Jual Asing

Kenaikan ini dipicu oleh tekanan global dan pelebaran target defisit APBN 2026. Data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) mencatat lonjakan tersebut.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menjelaskan bahwa penyempitan selisih imbal hasil dengan obligasi AS menjadi pemicu eksternal utama.

Yield US Treasury naik ke kisaran 4,5 hingga 4,6 persen.

"Situasi ini diperburuk oleh ketegangan geopolitik dan kenaikan harga minyak yang mendorong penguatan dolar AS," ujar Yusuf.

Pelebaran target defisit APBN dalam negeri juga memicu kekhawatiran pelaku pasar. Sebagian investor asing memindahkan dana mereka ke aset berbasis dolar AS.

"Akibatnya investor meminta premi risiko yang lebih tinggi dan yield pun naik," kata Yusuf.

>>> Pendaftaran SPMB SMP Samarinda 2026 Dibuka, Ini Jadwal dan Syaratnya

Kecepatan kenaikan yield mencapai 70 hingga 90 basis poin dalam beberapa bulan pertama tahun ini. Hal ini menunjukkan pengetatan kondisi finansial yang signifikan.

Meskipun demikian, tingkat inflasi dalam negeri yang rendah membuat real yield Indonesia tetap kompetitif bagi investor lokal. Namun, investor asing harus mempertimbangkan pelemahan rupiah dan biaya lindung nilai.

"Dalam kondisi seperti itu, yield yang terlihat menarik dalam rupiah belum tentu menarik jika dihitung dalam dolar AS," jelas Yusuf.

Pemerintah telah melakukan strategi front-loading untuk mengamankan pembiayaan sejak awal tahun. Namun, yield yang tinggi berisiko membebani APBN akibat pembengkakan biaya kupon utang baru.

"Beban bunga utang dalam APBN sudah terus meningkat dan akan semakin sensitif terhadap kenaikan biaya pendanaan," ujar Yusuf.

Pelaku pasar kini memantau stabilitas nilai tukar rupiah, pergerakan credit default swap (CDS), arah yield US Treasury, harga minyak, dan hasil lelang SBN.

>>> Pendaftaran Jalur Domisili SPMB Jatim 2026 Segera Dibuka

Jika rupiah stabil dan tekanan global mereda, normalisasi yield berpotensi terjadi.