Saham PT Astra International Tbk (ASII) kembali melemah pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Harga saham turun 4,60 persen ke level Rp4.360 di tengah dominasi tekanan jual.

>>> Yield SBN 10 Tahun Tembus 7,16 Persen, Dipicu Tekanan Global dan Defisit APBN

Penurunan ini melanjutkan tren negatif yang sudah berlangsung sejak 26 Mei 2026. Dalam sebulan terakhir, akumulasi kemerosotan mencapai 25,15 persen.

Volume perdagangan saham ASII tercatat sebanyak 85,46 juta lembar. Frekuensi transaksi mencapai 17.400 kali dengan nilai total Rp377,55 miliar.

Investor Asing Mulai Akumulasi

Meskipun harga terkoreksi, investor asing justru melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp10,78 miliar pada hari yang sama.

Aksi ini memutus rangkaian net sell yang terjadi sejak 2 Juni hingga 5 Juni 2026.

>>> IHSG Anjlok 4,52 Persen ke Level 5.342, Dipicu Aksi Jual Asing

Dari sisi valuasi, saham ASII dinilai semakin menarik.

Rasio price to book value (PBV) berada di level 0,76 kali dan price earning ratio (PER) 5,57 kali (TTM).

Fundamental emiten juga ditopang laba bersih kuartal I-2026 sebesar Rp5,85 triliun yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Analis MNC Sekuritas memperkirakan harga saham ASII masih berpotensi turun ke kisaran Rp4.260 hingga Rp4.360 dalam jangka pendek.

>>> Pendaftaran SPMB SMP Samarinda 2026 Dibuka, Ini Jadwal dan Syaratnya

Rekomendasi yang diberikan adalah buy on weakness dengan target harga pertama Rp4.690, target kedua Rp4.960, dan stoploss di bawah Rp4.180.