Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan 13-17 Juli 2026 tidak dirasakan oleh semua emiten. Beberapa saham justru mengalami tekanan jual yang signifikan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Niramas Utama Tbk (JELI) menjadi saham dengan penurunan terdalam. Harganya merosot 40,13% dari Rp1.495 menjadi Rp895 per saham.

>>> Elle King Curhat Baru Didiagnosis Autisme di Usia 37 Tahun

Penurunan JELI diikuti oleh PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang melemah 21,56% dari Rp167 menjadi Rp131 per saham.

PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) juga terkoreksi 19,15% dari Rp282 menjadi Rp228 per saham.

Selanjutnya, PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) turun 14,42% dari Rp104 menjadi Rp89 per saham.

PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) masuk daftar dengan penurunan 13,21% dari Rp106 menjadi Rp92 per saham.

PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) melemah 12,68% dari Rp410 menjadi Rp358 per saham.

PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) turun 12,18% dari Rp3.120 menjadi Rp2.740 per saham.

>>> Roman Reigns Tegaskan The Bloodline Akan Bertahan Selama Kariernya

PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) terkoreksi 10,40% dari Rp500 menjadi Rp448 per saham.

PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) turun 9,75% dari Rp2.000 menjadi Rp1.805 per saham.

Daftar ditutup oleh PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) yang turun 9,59% dari Rp73 menjadi Rp66 per saham.

Reli IHSG Tidak Merata

Pergerakan ini menunjukkan bahwa reli IHSG tidak berlangsung merata. Di tengah penguatan indeks, sejumlah emiten masih menghadapi tekanan jual yang signifikan.

Kondisi ini mencerminkan bahwa pergerakan pasar saham dipengaruhi sentimen spesifik pada masing-masing emiten.

>>> Caitlin Clark Dinyatakan Fit Tampil Lawan New York Liberty

Selain aksi ambil untung, tekanan juga bisa berasal dari faktor fundamental atau sentimen korporasi yang berbeda.