Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan setelah militer Iran mengumumkan bahwa gelombang pertama serangan mereka ke Israel telah selesai.

Sebelumnya, harga minyak sempat melesat hingga 5% akibat eskalasi konflik. Namun, meredanya situasi langsung mendinginkan pasar energi global.

>>> Saham BBRI Merah, Investor Asing Justru Borong Rp 254 Miliar

Konfrontasi langsung antara Iran dan Israel ini merupakan yang paling sengit sejak gencatan senjata bulan April lalu.

Ketegangan sempat mengancam draf perjanjian damai yang tengah disusun Washington bersama Teheran.

Meski demikian, Teheran memberikan peringatan keras bahwa mereka akan kembali meluncurkan rudal jika Israel tidak menghentikan serangannya terhadap kelompok Hezbollah di Lebanon.

Dampak pada Pasar Keuangan

Mata uang dolar AS terpantau mundur dari level tertingginya dalam dua bulan terakhir. Sementara itu, IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek.

Proyeksi Rupiah untuk Selasa (9/6) dipengaruhi oleh area support di level 5.200 dan resistance di 5.600.

Kronologi Serangan

Aksi saling serang melibatkan tiga fase krusial. Pertama, Iran melepaskan salvo rudal ke Israel sebagai balasan atas bombardir Israel terhadap markas Hezbollah di Beirut.

Kedua, jet tempur Israel membalas dengan menghancurkan sistem pertahanan udara Iran dan sebuah pabrik petrokimia yang dituduh sebagai tempat produksi rudal balistik.

Ketiga, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran kembali membalas dengan menargetkan kompleks pabrik industri militer Israel di kota Haifa.

Otoritas keamanan kedua negara melaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden saling serang tersebut.

Operasional penerbangan di Bandara Imam Khomeini Teheran telah kembali dibuka pada hari Selasa setelah sempat ditutup selama 24 jam.

Manuver Politik Trump