Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami tekanan jual yang cukup berat pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Harga saham emiten perbankan BUMN ini merosot hingga 5,47% dan ditutup di level Rp 2.590 per saham.

>>> Bitcoin Tak Lagi Jadi Satu-satunya Cerita di Ekonomi Kripto

Total transaksi saham BBRI mencapai 626,88 juta lembar dengan frekuensi 108.280 kali. Nilai transaksi kumulatifnya mencapai Rp 1,66 triliun.

Penurunan ini dipicu oleh aksi lepas saham oleh investor asing yang mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 298,49 miliar.

Sejak 3 Juni hingga 8 Juni 2026, BBRI selalu ditutup di zona merah. Dalam sepekan, nilai saham BBRI sudah terkoreksi 12,20%.

Selama periode yang sama, investor asing secara total telah melakukan net sell sebesar Rp 1,33 triliun.

>>> Tanjung Verde Cetak Sejarah Lolos ke Piala Dunia 2026

Aksi Tersembunyi Investor Asing

Meski harga saham tertekan, data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan adanya akumulasi tersembunyi dari investor asing.

Melalui broker Mandiri Sekuritas, investor asing justru membukukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 254,5 miliar dengan harga rata-rata Rp 2.654.

Analis dari CGS International Sekuritas memetakan level support pertama BBRI di angka 2.537 dan support kedua di 2.483.

>>> Andy Robertson Bawa Misi Emosional Kenang Diogo Jota di Piala Dunia 2026

Peluang rebound tetap terbuka jika harga mampu menyentuh titik pivot di level 2.643. Target resisten pertama berada di 2.697 dan resisten kedua di 2.803.