Bitcoin Tak Lagi Jadi Satu-satunya Cerita di Ekonomi Kripto
Bitcoin selama ini menjadi pintu masuk utama untuk memahami dunia kripto. Ketika harganya naik, seluruh ekosistem ikut bergairah.
Saat turun, bisnis dan pendanaan ikut meredup.
>>> Tanjung Verde Cetak Sejarah Lolos ke Piala Dunia 2026
Namun, menurut analis dan pelaku pasar, gambaran itu mulai berubah. Bitcoin tetap menjadi aset digital terbesar, tetapi tidak lagi menjadi satu-satunya penentu arah industri.
Harga Bitcoin Anjlok, Tapi Adopsi Justru Meluas
Pada Jumat lalu, harga Bitcoin sempat jatuh di bawah US$60.000, memperpanjang penurunan yang telah menghapus sekitar setengah nilainya dari puncak tahun lalu.
Aksi jual besar-besaran dipicu oleh arus keluar dari ETF Bitcoin Spot, persaingan dengan kecerdasan buatan, serta keraguan terhadap kemampuan pembeli korporasi besar.
Meski demikian, sejumlah bisnis kripto justru tumbuh lebih cepat dari sebelumnya.
Stablecoin kini menjadi bagian dari sistem pembayaran global dengan total transaksi tahunan mencapai sekitar US$390 miliar, menurut McKinsey & Co. dan Artemis Analytics.
Perusahaan-perusahaan Wall Street berlomba melakukan tokenisasi saham, obligasi, dan reksa dana pasar uang. Bank-bank yang dulu skeptis terhadap blockchain kini mulai bereksperimen.
Perusahaan pembayaran mengintegrasikan dolar digital, dan pasar prediksi menarik minat pengguna umum.
Tokenisasi dan Stablecoin Jadi Motor Baru
Reksa dana pasar uang tokenisasi milik BlackRock, BUIDL, yang diluncurkan pada 2024, kini memiliki nilai aset US$2,4 miliar.
Nasdaq juga baru saja bermitra dengan bursa kripto Kraken untuk menawarkan saham tokenisasi.
Secara keseluruhan, lebih dari US$30 miliar aset dari saham hingga properti telah ditokenisasi, menurut data RWA. xyz.
Volume transaksi stablecoin melonjak 72% menjadi US$33 triliun pada 2025.
“Grafik harga Bitcoin dulu merupakan keseluruhan cerita kripto. Kini tidak lagi,” kata Eric Jackson, pendiri dan CIO EMJ Capital.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







