Microsoft kembali memperkuat keamanan ekosistem Windows. Kali ini, perusahaan menjadi sasaran utama melalui sistem Key Management Service (KMS) untuk aktivasi massal.

Microsoft mengonfirmasi bahwa aktivasi KMS di masa depan akan mewajibkan Trusted Platform Module (TPM) sebagai bagian dari proses verifikasi.

>>> Epic Games Store Bagi Game Gratis Lagi! Minggu Ini Kamu Bisa Klaim Foretales

Server KMS tidak bisa lagi digunakan sembarangan jika tidak memenuhi standar keamanan.

Memblokir KMS Palsu

KMS adalah sistem aktivasi yang digunakan perusahaan untuk mengaktifkan ratusan hingga ribuan perangkat Windows tanpa harus melakukannya satu per satu ke server Microsoft.

Namun, mekanisme ini sering disalahgunakan dengan server KMS palsu atau hasil cloning.

Melalui fitur baru bernama KMS Hardware-Secured, Microsoft akan menggunakan TPM-based attestation untuk memastikan server KMS berjalan di perangkat terpercaya dan belum dimodifikasi.

Aturan ini tidak langsung diberlakukan secara wajib. Mulai Agustus 2026, Windows Server 2025 akan menampilkan informasi kesiapan melalui perintah slmgr /dlv.

Jika server memenuhi syarat, administrator akan melihat pesan “This device is eligible to serve as a KMS host with hardware-based security.”

>>> Ibu Ben dan Casey Affleck Meninggal di Usia 83 Tahun Setelah Lawan Kanker

Jika belum, akan muncul pesan sebaliknya.

Langkah ini memberi waktu bagi administrator untuk mempersiapkan infrastruktur sebelum aturan baru benar-benar berlaku.

TPM-backed attestation baru akan menjadi syarat wajib pada rilis Windows Server LTSC berikutnya, yang diperkirakan adalah Windows Server 2028.

Perusahaan masih memiliki waktu sekitar dua tahun untuk mempersiapkan server KMS mereka. Microsoft juga menyebut bahwa panduan khusus untuk KMS Host berbasis virtual machine akan diumumkan kemudian.

Dampak bagi Pengguna Rumahan

Perubahan ini hampir tidak berdampak bagi pengguna Windows 11 rumahan. Mayoritas menggunakan Digital License, OEM License, atau Retail License yang langsung terhubung ke server aktivasi Microsoft.

Sistem KMS dirancang khusus untuk organisasi yang harus mengaktifkan puluhan hingga ribuan perangkat dalam satu jaringan internal. Jadi, pengguna pribadi tidak akan terpengaruh.

>>> Chris Brown Mengaku Bersalah atas Serangan 2023 di London

Yang perlu bersiap adalah administrator IT di perusahaan yang masih menggunakan KMS. Sementara itu, pihak yang memanfaatkan server KMS palsu akan kesulitan karena TPM menjadi syarat wajib.