Wasit Piala Dunia Asal Somalia Ditolak Masuk AS
Otoritas keamanan Amerika Serikat menolak masuk seorang wasit asal Somalia yang terpilih memimpin pertandingan Piala Dunia 2026.
Penolakan terjadi saat ia tiba di Bandara Internasional Miami, Florida, dari Istanbul pada Sabtu (6/6/2026) lalu.
>>> Banyak Masyarakat Indonesia Masih Takut Periksa ke Dokter Gigi
Wasit bernama Omar Artan tersebut menjadi satu-satunya perwakilan wasit dari Somalia yang ditunjuk FIFA untuk bertugas dalam turnamen sepak bola dunia itu.
Customs and Border Protection (CBP) mengonfirmasi penolakan visa masuk terhadap warga negara Somalia itu pada Senin (8/6/2026).
Alasannya adalah masalah verifikasi dokumen kelayakan perbatasan.
Prosedur Pemeriksaan CBP
“Selama proses pemeriksaan, pelancong tersebut menjalani pemeriksaan tambahan, yang merupakan bagian rutin dari proses pemeriksaan CBP ketika petugas perlu memverifikasi informasi atau menentukan kelayakan masuk,” kata CBP dalam pernyataannya.
Pihak berwenang AS menjelaskan lebih lanjut mengenai status sang pengadil lapangan setelah melalui rangkaian prosedur interogasi di bandara.
>>> Kemenhaj Usut Dugaan Penipuan Dam dan Badal Haji Rp1,4 Miliar
“Setelah pemeriksaan, pelancong tersebut, seorang wasit untuk Piala Dunia FIFA, dinyatakan tidak memenuhi syarat karena masalah verifikasi dan ditolak masuk,” kata CBP.
Lembaga penegak hukum perbatasan tersebut menambahkan bahwa penilaian kelayakan masuk bagi setiap individu dilakukan secara ketat demi menjaga keamanan nasional.
“Penentuan kelayakan masuk dilakukan berdasarkan kasus per kasus dengan menggunakan informasi penegakan hukum, keamanan nasional, dan imigrasi yang tersedia pada saat pemeriksaan,” ujar pernyataan CBP.
Petugas di lapangan memiliki otoritas penuh untuk menolak kedatangan warga asing yang dinilai tidak memenuhi regulasi hukum imigrasi Amerika Serikat.
>>> Pemerintah Gelar Lelang SUN Saat Rupiah Tembus Rekor Terlemah
“Petugas CBP memiliki wewenang untuk menanyai pelancong, melakukan inspeksi, dan menentukan kelayakan masuk sesuai dengan hukum AS,” kata pernyataan CBP.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







