Meski intensitas serangan dilaporkan mulai mereda sejak April, proses negosiasi damai hingga kini belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Ketidakpuasan pada Kebijakan Ekonomi

Hasil jajak pendapat juga mengungkap bahwa hanya 22% warga AS yang mendukung kebijakan Donald Trump dalam mengatasi masalah biaya hidup rumah tangga.

Sebanyak 70% responden menyatakan tidak puas terhadap langkah-langkah pemerintah dalam mengendalikan pengeluaran harian.

Tingkat kepuasan ini lebih rendah dibandingkan capaian mantan Presiden Joe Biden di akhir masa jabatannya, yang membukukan angka persetujuan 29% terkait pengelolaan biaya hidup.

Persoalan inflasi tinggi selama beberapa tahun terakhir menjadi beban bagi Partai Demokrat pada Pemilu Presiden 2024, yang turut memuluskan kemenangan Donald Trump atas Kamala Harris.

Saat berkampanye, Donald Trump sempat berjanji menekan inflasi, namun tingginya harga energi saat ini menjadi tantangan berat bagi Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu Kongres pada November mendatang.

Survei juga menunjukkan bahwa 36% responden mendukung tindakan militer AS ke Iran, namun hanya 25% yang menilai keuntungan operasi tersebut sebanding atau lebih besar daripada biaya dan risikonya.

Dalam simulasi pemilihan anggota Kongres, 41% pemilih terdaftar menyatakan akan memilih kandidat dari Partai Demokrat, sementara kandidat Partai Republik mengantongi dukungan 37%.

Dominasi Partai Republik dalam isu pengelolaan ekonomi mulai menyusut, dengan 37% responden menilai Partai Republik mempunyai rencana ekonomi lebih baik, hanya unggul tipis dari Partai Demokrat yang meraih 36%.

>>> Prancis Kalahkan Irlandia Utara 3-1 dalam Uji Coba Terakhir

Jajak pendapat Reuters/Ipsos ini diselenggarakan secara daring dengan melibatkan 4.531 responden dewasa di seluruh AS, serta memiliki margin of error sekitar 2 poin persentase.