>>> Spanyol Unggulan Juara Piala Dunia 2026, Oyarzabal: Kami Tetap Membumi

Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP RTMM-SPSI) mendesak pemerintah melihat potensi hilangnya lapangan kerja.

Ketua Umum Henry Wardhana menegaskan total ada 6 juta orang yang menggantungkan hidupnya di ekosistem pertembakauan.

"Beban bahwa ada jutaan pekerja kehilangan mata pencahariannya, beban dari petani yang kehilangan sawah ladangnya.

Total ada 6 juta orang yang menggantungkan hidupnya di ekosistem pertembakauan, apakah negara sanggup untuk menanggung beban enam juta orang ini?"

tegas Henry.

Kekhawatiran Rokok Ilegal dan Pelanggaran Regulasi

Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) menyatakan kekhawatiran terhadap lonjakan peredaran rokok ilegal.

Ketua Gaprindo Benny Wachjudi menyoroti rencana pencantuman warna Pantone 448 yang tidak diamanahkan dalam PP No 28/2024.

Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) juga menolak. Ketua Formasi Heri Susianto mengatakan amanah PP 28/2024 seharusnya tentang peringatan kesehatan, bukan standardisasi kemasan.

"Kemenkes juga jangan lupakan ada hak atas kekayaan intelektual yang dilanggar dengan di Rancangan Permenkes ini," tegas Heri.

Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) ikut menyoroti risiko masalah pengawasan baru.

Sekretaris Jenderal APVI Garindra Kartasasmita mengatakan mayoritas negara G20 tidak menerapkan kemasan polos untuk produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik.

Sementara itu, Kemenkes melalui Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Andi Saguni menegaskan standardisasi kemasan bertujuan mengurangi daya tarik produk, khususnya bagi anak dan remaja.

>>> BEI Genjot Likuiditas Pasar Saham Lewat Program Liquidity Provider

Berdasarkan data Ditjen Bea Cukai, volume produksi industri hasil tembakau di Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar 307,8 miliar batang, turun 3% dari tahun sebelumnya.