Pasukan Ukraina mengklaim telah menguasai kembali wilayah seluas lebih dari 600 kilometer persegi yang sebelumnya diduduki militer Rusia sepanjang tahun 2026.

Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi Kyiv, mengingat pasukan Rusia sempat mencatat kemajuan bertahap dalam beberapa tahun terakhir.

>>> Universal Music Group Jajaki Penerbitan Obligasi Rp20 Triliun

Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskyi, menyatakan bahwa pasukannya tetap mampu menjaga inisiatif di beberapa sektor pertahanan.

Garis depan pertempuran membentang sepanjang sekitar 1.200 kilometer, seperti dilansir dari Reuters pada Senin (8/6/2026).

“Pada Mei saja, kami merebut kembali wilayah 100 kilometer persegi lebih banyak dibandingkan area yang hilang,” ujar Syrskyi melalui Telegram.

Syrskyi tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi spesifik dari wilayah yang berhasil direbut kembali.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, sebelumnya juga telah menyatakan hal serupa mengenai capaian penguasaan wilayah sepanjang tahun ini.

Klaim perubahan garis kontrol militer tersebut sejauh ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Proses pemantauan di lapangan semakin sulit akibat penggunaan drone secara masif yang menciptakan zona kosong berbahaya di sepanjang garis depan.

Meskipun demikian, sejumlah lembaga pemantau konflik independen melaporkan pergerakan yang selaras.

Laju serangan pasukan Rusia terpantau mulai melambat dan bahkan berbalik arah di beberapa sektor dalam beberapa bulan terakhir.

Perkembangan ini menandai fase baru yang signifikan bagi militer Ukraina.

Sebelumnya, operasi serangan balasan besar-besaran yang diluncurkan Ukraina pada tahun 2023 gagal memicu terobosan berarti.

>>> Pemerintah Perpanjang Transisi Batas Belanja Pegawai Daerah 30 Persen

Kendati mengklaim kemajuan, pihak militer Ukraina mengakui situasi di lapangan masih sangat berat.

Pasukan Rusia dilaporkan terus memberikan tekanan kuat di wilayah timur dan selatan Ukraina.