PT Amman Mineral Internasional Tbk Catat Pemulihan Kinerja Kuartal I 2026

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat pemulihan kinerja yang signifikan pada kuartal I-2026. Hal ini didorong oleh membaiknya akses bijih tambang dan kelanjutan peningkatan produksi hilir.
Perusahaan melaporkan penjualan komoditas sebanyak 30.013 dry metric ton (dmt) konsentrat, 28.764 ton katoda, serta 16.043 ons emas murni.
>>> Lamine Yamal Akui Lebih Dewasa Usai Gagal Raih Ballon d'Or 2025
Namun, emiten tambang ini menghadapi kenaikan biaya penambangan akibat jarak angkut yang lebih jauh dan harga bahan bakar.
Selain itu, utilitas smelter belum optimal karena adanya pemeliharaan pabrik. Analis Maybank Sekuritas, Hasan Barakwan, memproyeksikan potensi peningkatan operasional pada periode berikutnya seiring penyelesaian kendala regulasi ekspor.
"Pada kuartal kedua 2026, produksi diperkirakan meningkat seiring berakhirnya pembatasan izin ekspor dan peningkatan kapasitas pabrik peleburan/PMR," ujar Hasan dalam risetnya pada 3 Juni 2026.
Ia merevisi turun target laba bersih AMMN periode 2026-2028 akibat asumsi perlambatan produksi smelter dan penurunan harga jual emas.
Proyeksi pendapatan 2026 sebesar US$ 4,07 miliar dengan laba bersih US$ 871 juta.
Sementara itu, Analis UBS Sekuritas Indonesia, Igor Putra, memproyeksikan pertumbuhan ekspor konsentrat signifikan menjadi 50.000 dmt pada kuartal IV-2026 karena perusahaan memprioritaskan katoda tembaga.
>>> AMD Siap Bersaing dengan Superchip AI RTX Spark Milik Nvidia
Igor menilai volume produksi konsentrat diperkirakan melonjak 110 persen secara tahunan, didorong penambangan bijih baru yang kuat dan penurunan limbah tambang.
"Kami memperkirakan harga tembaga, emas, dan asam sulfat yang kuat akan terus berlanjut," ujarnya dalam riset pada 30 April 2026.
Analis Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie, memprediksi kinerja AMMN tahun ini mampu melampaui capaian tahun lalu berkat optimalisasi kadar bijih dan stabilitas harga komoditas.
Namun, ia mengingatkan adanya tantangan seperti risiko eksekusi teknis operasional dan volatilitas pasar eksternal.
Dari sisi pasar modal, Investment Research Stockbit Sekuritas, Theodorus Melvin dan Andrian Tanuwijaya, melihat perbaikan indikator teknis pasca-koreksi harga saham.
>>> IHSG Merosot ke Level 5.342 Akibat Tekanan Sentimen Berlapis
"Kami melihat level menarik untuk akumulasi saham AMMN, seiring pemulihan kinerja yang tervalidasi pada kuartal I-2026 dengan laba bersih US$ 160 juta," ujar mereka dalam riset pada 30 Mei 2026.
Update Terbaru
Meteorit Langka Sahara Ungkap Keberadaan Protoplanet Purba
Senin / 08-06-2026, 22:24 WIB
Telkom Divestasi AdMedika Group untuk Rampingkan Portofolio Bisnis
Senin / 08-06-2026, 22:24 WIB
Permintaan MacBook Neo Melonjak, Apple Lipatgandakan Produksi
Senin / 08-06-2026, 22:24 WIB
Nvidia Luncurkan Superchip RTX Spark di Computex Taiwan
Senin / 08-06-2026, 22:20 WIB
IHSG Anjlok 4,52% ke 5.342,13, Investor Asing Jual Bersih Rp44,76 Miliar
Senin / 08-06-2026, 22:20 WIB
AS Buka Peluang Bebaskan Tarif Impor 18 Produk Indonesia
Senin / 08-06-2026, 22:19 WIB
Blue Lock Season 3 Resmi Berjudul Neo Egoist League, Rilis Visual Kunci Isagi dan Kaiser
Senin / 08-06-2026, 22:16 WIB
Thailand U-19 Kalahkan Malaysia 3-2, Malaysia Gagal ke Semifinal Piala AFF
Senin / 08-06-2026, 22:16 WIB
Acer Indonesia Gelar ACERUN 2026 dengan Format Baru 7K
Senin / 08-06-2026, 22:16 WIB
Bank Mandiri Taspen dan Asabri Salurkan Santunan Ahli Waris Ryamizard Ryacudu
Senin / 08-06-2026, 22:14 WIB
Fabio Capello Jagokan Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026
Senin / 08-06-2026, 22:14 WIB
Denny Sumargo Atasi GTM Anak dengan Eksplorasi Luar Ruangan
Senin / 08-06-2026, 22:14 WIB
Thailand Tekuk Malaysia 3-2 di Piala AFF U-19, Malaysia Gagal ke Semifinal
Senin / 08-06-2026, 22:12 WIB
Thomas Tuchel Tegaskan Jude Bellingham Harus Perebutkan Posisi Utama Inggris
Senin / 08-06-2026, 22:09 WIB






