Teh Da Hong Pao, yang disebut sebagai teh termahal di dunia, dijual dengan harga Rp16,7 miliar per kilogram.

Jika dihitung per gram, harganya mencapai Rp16,7 juta. Angka itu bahkan melebihi harga 6 gram emas yang saat ini sekitar Rp2,6 juta per gram.

>>> Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar

Teh oolong legendaris ini berasal dari enam pohon induk yang tersembunyi di antara tebing Pegunungan Wuyi, Fujian, China.

Pohon-pohon itu diyakini berusia ratusan tahun dan dianggap sebagai harta nasional.

Karena hanya dihasilkan dari enam pohon, jumlah produksi sangat terbatas. Kelangkaan itulah yang mendorong harga ke level ekstrem.

Dalam sebuah lelang terkenal, 20 gram Da Hong Pao terjual seharga Rp549,7 juta. Jauh lebih mahal dibanding 20 gram emas yang nilainya sekitar Rp52,7 juta.

Dilarang Dipanen Secara Komersial

Pemerintah China kini melarang produksi teh Da Hong Pao secara komersial dari pohon induk asli. Tanaman kuno itu dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya China.

>>> IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat Jelang Akhir Pekan

Tak seorang pun diizinkan memanen daun dari pohon tersebut. Pemerintah bahkan mengasuransikan pohon-pohon itu karena nilai sejarah dan budayanya yang besar.

Panen terakhir dari pohon induk disimpan di Museum Istana Beijing. Teh Da Hong Pao yang beredar saat ini berasal dari keturunan (klon) pohon induk yang dibudidayakan.

Secara tradisional, teh ini diseduh dalam teko tanah liat dengan air mendidih bersuhu 95-100 derajat Celcius.

Daunnya bisa diseduh beberapa kali, dan seduhan ketiga serta keempat dianggap menghasilkan cita rasa paling kaya.

>>> Prabowo Sentil Londo Ireng Modern: Wartawan, Pengamat, dan LSM

Dengan pohon induk asli yang kini dilindungi permanen, teh Da Hong Pao autentik hampir mustahil ditemukan.