Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersiap menugaskan Badan Layanan Umum (BLU) energi, Lemigas, untuk melakukan impor minyak dari Rusia.

Langkah ini diambil menyusul rencana Indonesia mendatangkan pasokan minyak sebanyak 150 juta barel dari negara tersebut.

>>> 4 Data dan Fakta Kelolosan Timnas Indonesia U-19 ke Semifinal Piala AFF

Kebijakan strategis ini berjalan selaras dengan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026.

Regulasi tersebut mengatur pengadaan minyak bumi, BBM, dan LPG demi menjaga ketahanan energi nasional.

"Ya, salah satu (Lemigas) di antaranya nggak ada masalah.

Akan diarahkan untuk kemungkinan itu bisa terjadi," ujar Bahlil di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/6/2026), seperti dikutip dari Detik Finance.

Bahlil mengungkapkan bahwa koordinasi dengan Lemigas segera dilakukan. Keterlibatan Lemigas bertujuan memangkas rantai birokrasi impor yang selama ini berjalan.

"Tujuannya apa? Agar memotong mata rantai daripada proses yang selama ini terjadi.

Dan itu bisa G-to-G.

>>> Polresta Yogyakarta Gelar Operasi Patuh Progo 2026 Selama Dua Pekan

Kalau presiden melakukan kerja sama dengan negara lain terkait crude, itu bisa langsung G-to-G dan ditindaklanjuti lewat G-to-B lewat negara," ujarnya.

Komitmen pengadaan minyak mentah 150 juta barel dari Rusia tercapai setelah pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa pasokan tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

"Kemarin kan sudah disepakati total yang akan kita impor dari Rusia itu sekitar 150 juta barel untuk mencukupi kebutuhan kita sampai dengan akhir tahun.

Itu baru komitmen pembahasan waktu kunjungan Presiden dan Pak Menteri ke Rusia," ujarnya saat ditemui di Kantor ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Yuliot menyatakan bahwa pengiriman minyak mentah tidak akan dilakukan sekaligus. Proses bongkar muat akan berjalan secara bertahap mengingat kapasitas tampung domestik.

"Skemanya itu tidak bisa sekaligus. Kalau sekaligus, kita memerlukan oil storage di dalam negeri.

>>> SCGC Kurangi Kepemilikan di Chandra Asri Pacific untuk Rebalancing Modal

Itu akan dilakukan impor secara bertahap," katanya.