Jepang mengajukan protes kepada China setelah Negeri Tirai Bambu menggelar latihan militer bersama Rusia di dekat wilayahnya.

Militer Jepang menyatakan latihan tersebut berlangsung di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang, sekitar 180 kilometer di barat daya Pulau Okinotori, pada Minggu (19/7) pagi.

>>> Wamendagri: Pemimpin Masa Depan Harus Mampu Pimpin Transformasi

Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, mengatakan protes disampaikan melalui jalur diplomatik dengan alasan aktivitas itu dapat membahayakan navigasi kapal-kapal di sekitarnya.

Pasukan Jepang mendeteksi empat kapal militer Rusia dan China berlayar menuju ZEE Jepang sebelum salah satu kapal perusak China melakukan latihan tembak langsung.

Empat kapal yang terlihat antara lain kapal perusak rudal kelas Renhai dan Luyang III buatan China, kapal pengisian bahan bakar kelas Fuchi, serta fregat kelas Steregushchiy buatan Rusia.

Kementerian Luar Negeri China belum memberikan komentar terkait protes tersebut.

>>> Es Teler 77 dan Bobo Luncurkan Menu Anak Sambut Hari Anak Nasional

China selama ini menganggap Okinotori sebagai batu karang, bukan pulau, sehingga menolak klaim Jepang atas ZEE di sekitarnya.

Ketegangan Beijing-Tokyo meningkat sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berkomentar tentang Taiwan akhir tahun lalu. China kemudian mengkritik keras dan mengambil tindakan ekonomi terhadap Jepang.

Sebaliknya, hubungan China dan Rusia semakin erat dengan peningkatan kerja sama militer, termasuk operasi gabungan di sekitar Jepang.

>>> DBS Rekomendasikan Saham Asia dan Emas untuk Investasi Semester II 2026

Menanggapi hal itu, Tokyo meningkatkan pengawasan dan memperkuat pertahanan di gugusan pulau barat daya mereka.