Gelandang tim nasional Denmark, Christian Eriksen, kembali mengalami pingsan di tengah pertandingan uji coba melawan Ukraina pada Senin (8/6/2026) dini hari WIB.

Pemain Wolfsburg berusia 34 tahun itu sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya bangkit dan dievakuasi menuju ambulans.

>>> Max Verstappen Gagal Finis di F1 GP Monako 2026 Akibat Kerusakan Mesin

Insiden terjadi pada menit ke-65 setelah Eriksen terlihat memegangi dadanya. Ia dilaporkan segera siuman dan mampu berjalan sendiri saat dibawa ke fasilitas kesehatan.

Tim medis langsung memberikan penanganan cepat di lapangan. Dokter tim, Morten Boesen, mengatakan bahwa pacu jantung Eriksen berfungsi dengan baik.

"Christian baik-baik saja dan meninggalkan lapangan sendiri. Seperti saya lihat, pacu jantungnya bekerja sebagaimana mestinya," ujar Boesen.

Pihak medis kemudian memutuskan membawa Eriksen ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan guna mengidentifikasi pemicu gejala penurunan kesadaran tersebut.

>>> Marc Marquez Ukir Sejarah dengan 100 Kemenangan Grand Prix

"Dia sekarang akan diperiksa di rumah sakit untuk mencari tahu apa penyebab insiden tersebut," lanjut Boesen.

Riwayat Henti Jantung dan Alat Pacu Jantung

Ini adalah kali kedua Eriksen pingsan di lapangan dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, ia mengalami henti jantung pada Kejuaraan Eropa 2021 di Kopenhagen.

Pasca insiden tahun 2021, Eriksen dipasangi alat Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) untuk mengontrol irama jantungnya.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, perangkat ICD ditanam di bawah kulit dada melalui operasi kecil. Alat ini mengirimkan impuls listrik kejut jika terjadi gangguan irama jantung.

>>> Marc Marquez Raih Kemenangan ke-100 di MotoGP Hungaria 2026

Baterai ICD bertahan hingga delapan tahun dan berfungsi memulihkan detak jantung kembali normal secara otomatis.