Universal Music Group NV (UMG) dikabarkan sedang melakukan pembicaraan dengan para investor terkait rencana penerbitan obligasi dua tahap senilai 1 miliar euro atau setara Rp20 triliun.

Langkah ini diambil perusahaan setelah menolak tawaran akuisisi dari miliarder hedge fund, Bill Ackman.

>>> Pemerintah Perpanjang Transisi Batas Belanja Pegawai Daerah 30 Persen

Penerbitan obligasi tersebut bertujuan untuk membiayai kembali utang yang ada saat ini serta mendanai kebutuhan korporasi secara umum, seperti dilansir dari Bloomberg.

UMG saat ini memiliki peringkat Baa1 dari Moody's Ratings dan BBB+ dari S&P Global Ratings.

Perusahaan tercatat memiliki pinjaman jangka pendek atau bridge loan senilai 1 miliar euro yang akan jatuh tempo pada akhir Juli.

Selain itu, UMG juga memiliki obligasi senilai 500 juta euro yang jatuh tempo pada tahun 2027.

Penawaran obligasi baru ini diharapkan dapat menyelesaikan kewajiban keuangan yang segera datang.

>>> Christian Eriksen dalam Kondisi Baik Usai Kolaps saat Denmark Vs Ukraina

Skema penawaran instrumen utang tersebut mencakup dua bagian, yaitu tranche bertenor empat tahun dan tranche bertenor 10 tahun, masing-masing diperkirakan bernilai 500 juta euro.

Juru bicara Universal Music belum memberikan tanggapan terkait permintaan komentar mengenai aksi korporasi ini.

Transaksi ini dilakukan setelah Bill Ackman menjual kepemilikan sahamnya senilai 1,42 miliar euro di UMG yang tercatat di bursa Amsterdam.

Sebelumnya, UMG menolak tawaran Ackman yang menilai perusahaan sekitar 56 miliar euro, dengan alasan harga tersebut meremehkan nilai asli perusahaan.

Dalam penjualan obligasi ini, BNP Paribas SA dan Crédit Agricole CIB bertindak sebagai koordinator global.

>>> Taylor Swift Rilis Video Musik I Knew It, I Knew You untuk Toy Story 5

Sejumlah lembaga keuangan lainnya juga bertindak sebagai bookrunner aktif, termasuk Intesa Sanpaolo, Mediobanca SpA, Mizuho Financial Group Inc., Morgan Stanley, Banco Santander SA, dan Société Générale SA.