Dua penumpang yang berada dalam satu mobil dengan Lorenzo Salgado Araujo saat ditembak petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Houston pada 7 Juli lalu memberikan pernyataan di pengadilan federal pekan ini.

Mereka membantah klaim pemerintah bahwa petugas ICE berada dalam bahaya saat kejadian.

>>> Chace Crawford dan Kelsey Merritt Dikabarkan Putus

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) sebelumnya menyatakan bahwa Salgado Araujo menggunakan kendaraannya sebagai senjata untuk menabrak petugas, sehingga petugas menembak untuk membela diri.

Namun, Jose Trinidad Rojas Pliego dan Daniel Tirado Pantoja menulis dalam pernyataan yang diajukan ke pengadilan bahwa petugas ICE hanya berada di samping van mereka, tidak pernah di depan atau di belakang.

Rojas Pliego menyebut keterangan pemerintah sebagai "kebohongan" dan mengatakan bahwa mustahil petugas tertabrak karena posisi mereka hanya di samping.

Kronologi Penembakan

Menurut Rojas Pliego, Salgado Araujo menjemputnya pukul 06.30 pagi seperti rutinitas harian mereka, lalu menjemput dua orang lainnya.

Tirado Pantoja menulis bahwa sebuah kendaraan mulai mengikuti mereka dan hampir menabrak van mereka. Mereka terkejut dan mencoba berputar arah.

Kendaraan ICE mengejar mereka, dan Salgado Araujo sempat mengira telah lolos, namun tiba-tiba petugas sudah mengepung mereka.

Tirado Pantoja menulis bahwa kendaraan ICE menabrak van mereka dari belakang, lalu dari sisi pengemudi.

DHS justru menuduh Salgado Araujo yang menabrak kendaraan ICE.

Seorang jaksa federal di Texas mengatakan petugas ICE menargetkan dua pria Guatemala yang berpotensi dideportasi dan mengendarai van mirip milik Salgado Araujo.

Tirado Pantoja menegaskan bahwa petugas tidak pernah berada di depan van, dan Salgado Araujo telah memarkir kendaraannya saat petugas menembak.