Korban Diborgol dan Dibanting

Setelah ditembak, Salgado Araujo ditarik keluar mobil dalam keadaan terluka, diborgol, dan dibanting ke tanah.

>>> Kondisi Pakaian Celeste Rivas Saat Ditemukan Tewas: Basah Kuyup dan Penuh Serangga

Tirado Pantoja menulis bahwa Salgado Araujo sempat berkata "Ya me mataron" (mereka sudah membunuhku).

Rojas Pliego menulis bahwa petugas yang sama yang menembak kemudian menyeret mereka keluar dengan kasar dan membanting mereka ke tanah sambil diborgol dan dirantai dari kepala hingga kaki.

Penembakan ini memicu protes luas di Houston dan tuntutan investigasi independen dan transparan.

Petugas tidak mengenakan kamera tubuh, dan tidak ada foto atau video penembakan yang beredar.

Jaksa Wilayah AS untuk Distrik Selatan Texas, Aaron Reitz, menjanjikan investigasi penuh oleh kantornya, FBI, DHS, serta penegak hukum negara bagian dan lokal.

DHS menyatakan bahwa Kantor Inspektur Jenderal juga sedang menyelidiki, dan kantor FBI Houston memimpin investigasi atas potensi penyerangan terhadap petugas hukum federal.

Seorang hakim pada Senin melarang pemerintah mendeportasi Rojas Pliego atau memindahkannya dari distrik tanpa persetujuan pengadilan.

Hakim lain pada Rabu memerintahkan pemerintah memberi pemberitahuan lima hari jika akan memindahkan Tirado Pantoja.

Pengacara kedua pria tersebut, Raed Gonzalez Olivieri, menulis dalam petisi bahwa keadaan penahanan mereka luar biasa karena petugas yang menahan mereka menembak mereka dari jarak dekat, meningkatkan risiko sakit fisik dan emosional.

Kedua pria itu mengajukan permohonan visa yang dirancang untuk melindungi imigran korban kejahatan dan membantu penegak hukum.

>>> Casey Stoner Sukses Jalani Operasi Tulang Punggung Setelah 20 Tahun Menderita

Mereka selamat dari penyerangan dengan senjata mematikan dan menjadi saksi kunci penembakan.