Grab Indonesia terus memperluas penggunaan kendaraan listrik untuk mendukung mobilitas ramah lingkungan. Hingga 2025, perusahaan mencatat sekitar 14.000 unit armada Grab Electric beroperasi di berbagai wilayah.

Armada tersebut terdiri dari sepeda motor dan mobil listrik yang menjangkau 12 kota. Wilayah operasional meliputi Jabodetabek, Medan, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Manado, dan Bali.

>>> Sciwind Bioscience Jajaki Pemasaran Obat Pelangsing di Luar China

Komitmen Percepatan Transportasi Rendah Emisi

Langkah ini merupakan wujud komitmen Grab dalam mendorong transisi menuju transportasi rendah emisi. Program tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat terkait pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Director of GrabRental and Expansion Business Grab Indonesia, Halim Wijaya, menyatakan bahwa sekitar 11.000 hingga 12.000 unit merupakan kendaraan roda dua.

Sementara itu, sekitar 3.000 unit adalah kendaraan roda empat.

Dalam pengadaan kendaraan roda dua, Grab menjalin kemitraan dengan sejumlah produsen dan penyedia kendaraan listrik. Mitra strategis tersebut antara lain Swap, Alva, Electrum, Kymco, Viar, dan Kilats.

Untuk layanan roda empat, GrabCar memanfaatkan model mobil listrik seperti BYD Atto 1, BYD M6, dan Aion Y Plus.

>>> Sora Choi Pamer Baby Bump di Runway Chanel Métiers d'Art 2026

Grab juga menghadirkan model premium seperti Maxus Mifa dan Denza D9.

Saat ini, sekitar 80% hingga 90% armada kendaraan listrik Grab terkonsentrasi di dua wilayah utama, yakni Jabodetabek dan Bali.

Hal ini berkaitan dengan kesiapan infrastruktur pendukung.

Keterbatasan stasiun pengisian daya menjadi kendala utama dalam memperluas jangkauan operasional. Menyikapi hal itu, Grab Rental aktif membangun kerja sama dengan operator SPKLU, termasuk PT PLN (Persero).

>>> Timnas Voli Putri Indonesia Kalah Tipis dari Vietnam di AVC Cup

Halim menegaskan bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.