Citigroup menjadi lembaga keuangan global terbaru yang menaikkan proyeksi indeks S&P 500.

Target akhir tahun 2026 kini ditetapkan di level 8.100, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 7.700.

>>> Tyo Nugros Batal Tampil di Konser Dewa 19 Malaysia Akibat Dicekal Imigrasi

Kenaikan target ini mencerminkan potensi apresiasi sekitar 10% dari posisi indeks saat ini.

Optimisme tersebut didasari oleh laba perusahaan yang solid dan momentum pertumbuhan kecerdasan buatan (AI) yang masih kuat.

Dalam riset terbarunya, Citigroup juga merevisi proyeksi laba per saham (EPS) S&P 500 untuk tahun 2026 menjadi US$ 350, naik dari estimasi sebelumnya US$ 320.

Bank ini bahkan telah memperkenalkan target awal EPS untuk 2027 di level US$ 400.

Sepanjang tahun ini, indeks S&P 500 telah menguat hampir 8%.

>>> Koreksi Saham Bank Dipicu Kekhawatiran Makro, RHB Sekuritas Sarankan Akumulasi

Namun, indeks sempat terkoreksi tajam pada Jumat lalu setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu aksi jual, terutama di saham teknologi berbasis AI.

Optimisme AI dan Kewaspadaan Jangka Panjang

Pelaku pasar masih optimistis berkat momentum perkembangan AI yang kuat dan kinerja korporasi yang solid.

Faktor-faktor ini diharapkan mampu meredam tekanan inflasi dan mengimbangi risiko gangguan pasokan akibat ketegangan di Timur Tengah.

Meski demikian, Citigroup menyertakan catatan hati-hati. Pihak bank mulai mempertanyakan keberlanjutan pertumbuhan berbasis AI setelah tahun 2027.

Tren saat ini dinilai lebih menyerupai siklus belanja modal besar (capex supercycle) yang tidak biasa. Kondisi ini sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menghasilkan pertumbuhan laba secara konsisten.

>>> Kemensos Sediakan Akses Online Cek Desil Bansos 2026

Ada peringatan potensi perlambatan belanja setelah 2027 yang bisa memicu koreksi pasar. Namun, Citigroup menilai risiko jangka panjang tersebut belum menjadi fokus utama pelaku pasar saat ini.