PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) membukukan penjualan Rp 200,7 miliar pada kuartal I-2026.

Capaian ini didorong oleh diversifikasi ke lini bisnis daging dan produk pangan beku (frozen food).

>>> Pelaku Usaha Mulai Tinggalkan Marketplace demi Bangun Kanal Mandiri

Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan masih mencatat kerugian bersih Rp 4,48 miliar.

Kini TGUK berhasil membalikkan keadaan dengan laba bersih Rp 2,43 miliar yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Diversifikasi sebagai Motor Pertumbuhan

Direktur TGUK Agus Suhada mengatakan pencapaian ini merupakan bagian dari transformasi bisnis. Langkah tersebut diambil untuk menciptakan fondasi usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Perusahaan memilih sektor pangan sebagai pilar baru karena permintaan pasar yang stabil dan besar. Manajemen melihat peluang pertumbuhan melalui perdagangan dan distribusi produk pangan dengan perputaran modal tinggi.

>>> OJK Catat 14 Fintech P2P Lending Belum Penuhi Ekuitas Minimum Rp12,5 Miliar

Aktivitas perdagangan daging melalui lini usaha baru memberikan kontribusi dominan terhadap total pendapatan kuartal I-2026. Struktur bisnis TGUK kini lebih bervariasi dan tidak bergantung pada satu segmen pasar.

Meski menggarap sektor baru, TGUK tetap berkomitmen memperketat tata kelola dan efisiensi operasional. Manajemen menekankan keberlanjutan bisnis tidak hanya diukur dari omzet, tetapi juga kualitas operasional jangka panjang.

Memasuki kuartal II-2026, TGUK berencana melanjutkan program penguatan bisnis. Fokusnya meliputi optimalisasi lini usaha yang sudah berjalan, perluasan jaringan, dan pemetaan peluang bisnis baru.

>>> Pangeran Andrew Kantongi Pendapatan dari Sewa Properti Royal Lodge

"Kami meyakini pendekatan yang disiplin, adaptif, dan berorientasi jangka panjang akan menjadi fondasi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan," ujar Agus.