Pelaku Usaha Mulai Tinggalkan Marketplace demi Bangun Kanal Mandiri
Sejumlah pelaku usaha di Indonesia mulai mengurangi ketergantungan pada platform marketplace. Mereka mengalihkan fokus ke pembangunan saluran penjualan mandiri akibat lonjakan biaya operasional.
Kenaikan ongkos operasional di e-commerce mencakup komisi, biaya promosi, hingga pengiriman logistik. Komponen-komponen tersebut kian menekan margin keuntungan para pedagang.
>>> OJK Catat 14 Fintech P2P Lending Belum Penuhi Ekuitas Minimum Rp12,5 Miliar
Pergeseran strategi ini terjadi di tengah fase baru industri e-commerce.
Setelah bertahun-tahun menerapkan strategi bakar uang berupa subsidi dan promosi besar-besaran, kini platform digital lebih fokus mengejar profitabilitas.
Para pelaku usaha merespons kondisi ini dengan mengembangkan jalur alternatif. Media sosial untuk berjualan (social commerce), WhatsApp Business, hingga situs web pribadi mulai dioptimalkan.
Diversifikasi Saluran Penjualan
Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menekankan pentingnya diversifikasi saluran penjualan. Langkah ini diperlukan agar pebisnis tidak bertumpu pada satu jenis platform saja.
"Social commerce, WhatsApp, dan website pribadi kini menjadi alternatif yang semakin relevan karena menawarkan fleksibilitas serta efisiensi biaya yang lebih baik," ujarnya.
Nailul Huda menambahkan bahwa kanal mandiri dapat menjaga margin profit dan memperkuat hubungan langsung dengan pembeli. Hal ini sekaligus memberikan kontrol penuh terhadap penjenamaan dan pengalaman konsumen.
Di sisi lain, situasi pasar saat ini diwarnai oleh konsumen yang semakin sensitif terhadap harga. Kondisi tersebut menuntut efisiensi operasional yang lebih tinggi dari para pelaku usaha.
Peneliti Center of Digital Economy and SMEs INDEF, Fadhila Maulida, memberikan pandangan serupa. Menurutnya, lonjakan jumlah penjual di marketplace tidak sejalan dengan pertumbuhan transaksi.
>>> Pangeran Andrew Kantongi Pendapatan dari Sewa Properti Royal Lodge
Ketimpangan tersebut memicu persaingan yang kian ketat di dalam platform. Dampaknya, tekanan besar dirasakan oleh para pelaku usaha, terutama sektor usaha kecil dan menengah.
Update Terbaru
Marvel Tōkon: Fighting Souls Umumkan DLC Phoenix Cyclops dan Opening Movie Animasi Studio Sanzigen
Jumat / 24-07-2026, 04:53 WIB
Gangguan Layanan Microsoft: Teams, OneDrive, dan Xbox Live Terdampak
Jumat / 24-07-2026, 04:53 WIB
Suku Bunga KPR AS Capai Level Tertinggi dalam Hampir Setahun
Jumat / 24-07-2026, 04:53 WIB
Badai Tropis Bertha Bergerak ke Daratan Dekat Perbatasan Texas-Louisiana
Jumat / 24-07-2026, 04:50 WIB
Brian Johnson Hadapi Sidang Konfirmasi Calon Kepala CFPB
Jumat / 24-07-2026, 04:50 WIB
Pengadilan Federal AS Perpanjang TPS Haiti hingga 27 Juli
Jumat / 24-07-2026, 04:50 WIB
Petugas Dispatcher California Bicara soal Dampak Mental Pekerjaan
Jumat / 24-07-2026, 04:50 WIB
Heidi Klum Pamer Tubuh Tanpa Atasan Sambil Makan Keripik di Pantai
Jumat / 24-07-2026, 04:50 WIB
Video Kejar-kejaran Polisi Fort Worth: Tersangka Tabrak Mobil Patroli dan Nyaris Tabrak Petugas
Jumat / 24-07-2026, 04:49 WIB
Iguana Hidup Melompat dari Paket FedEx, Pekerja Lari Ketakutan
Jumat / 24-07-2026, 04:49 WIB
Rekaman Body Cam: Mantan Istri Eminem, Kim Scott, Teriak pada Polisi Usai Percobaan Bunuh Diri
Jumat / 24-07-2026, 04:49 WIB
Dodgers Juara World Series Dihormati di Gedung Putih, Trump Puji Taman Mawar
Jumat / 24-07-2026, 04:49 WIB
Anthony Edwards Resmi Menikahi Shannon Jackson, Pacar Lamanya
Jumat / 24-07-2026, 04:49 WIB
Cak Imin Ungkap Alasan Angkat Prabowonomics Jadi Tema Harlah PKB
Jumat / 24-07-2026, 04:24 WIB







