Fenomena eksodus penjual dari marketplace ini dinilai memperlihatkan perubahan perilaku bisnis digital di tanah air. Fokus bisnis kini bergeser pada kepemilikan aset mandiri dan loyalitas pelanggan jangka panjang.

Perusahaan penyedia solusi bisnis digital, Everpro, melihat pergeseran ini sebagai momentum positif bagi model bisnis direct-to-consumer (D2C).

Penjual kini mengutamakan keberlanjutan usaha ketimbang sekadar mengejar volume trafik.

VP Everpro, Faris M Hanif, menyatakan bahwa pebisnis digital sekarang membutuhkan sistem yang mendukung kemandirian operasional.

"Pelaku usaha tidak lagi hanya membutuhkan kanal untuk berjualan, tetapi juga sistem yang membantu mereka membangun bisnis yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Kebutuhan terhadap owned channel dan pengelolaan hubungan pelanggan kini semakin penting," katanya.

>>> Fitch dan Moody Beri Outlook Negatif untuk Obligasi Danantara

Faris M Hanif menilai perubahan perilaku ini menjadi indikator bahwa ekosistem bisnis digital di Indonesia telah bergerak semakin matang.