"Itu adalah area yang telah dilewati tim kami, baik dari atas maupun bawah.

Medannya sangat menantang, dipenuhi jurang, air terjun, dan kontur tanah yang sulit," kata Muzafar, seperti dilansir Independent, Senin (8/6/2026).

Sambil menahan tangis setelah evakuasi, Jaslinda meminta maaf karena telah membuat repot dan khawatir masyarakat luas atas hilangnya dirinya.

Dalam wawancara, ia mengisahkan bisa bertahan hidup dengan mengandalkan air seadanya, termasuk air yang tertampung di tanaman kantong semar.

"Saya tidak punya makanan, saya tidak makan selama dua minggu. Saya hanya minum air...

air yang gelap, air berwarna cokelat, hingga air dari tanaman kantong semar. Mari kita bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup," kata Jaslinda.

Suaminya, Haszman Othman (61), yang setia menunggu selama dua minggu, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada seluruh tim gabungan.

>>> BMS dan Baterai Motor Listrik Harus Diubah untuk Fast Charging

"Terima kasih kepada semua yang terlibat, khususnya kepolisian, personel Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, NGO, masyarakat adat Orang Asli, serta semua sukarelawan yang telah tanpa lelah berpartisipasi dalam operasi pencarian istri saya," kata Haszman.