Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 melepas keberangkatan jemaah haji gelombang dua dari Makkah menuju Madinah pada Minggu (7/6/2026).

Pelepasan massal berlangsung di Manazel Al Hoor Hotel 2, kawasan Misfalah, Sektor 7 Makkah.

>>> Jadwal KRL Jogja Solo 8 Juni 2026: 14 Keberangkatan Tersedia

Kelompok terbang (kloter) 18 Jakarta Pondok Gede (JKG) menjadi rombongan perdana yang diberangkatkan menggunakan 11 bus.

Para petugas menyertakan spanduk dan kertas bertuliskan ungkapan perpisahan untuk mengantar kepulangan jemaah.

Suasana haru mewarnai prosesi pelepasan. Banyak jemaah yang merasa sedih meninggalkan Makkah.

"Sedih," kata Rodiah, salah satu jemaah haji yang memilih banyak terdiam saat bus akan bergerak.

Kesedihan serupa dirasakan jemaah lain yang hatinya telah tertambat di Makkah.

Di sisi lain, persiapan untuk beribadah di Madinah tetap dilakukan.

"Mendoakan keberkahan untuk anak cucu, keberkahan di dunia dan juga akhirat," kata Desi sembari mengusap air mata.

>>> Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi 144,9 Miliar Dolar AS pada Mei 2026

Jadwal dan Prioritas Pemberangkatan

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Ihsan Faisal menjelaskan bahwa sebanyak 14 kloter dijadwalkan berangkat pada hari pertama pelepasan.

PPIH menetapkan batas waktu operasional pemberangkatan setiap hari dari pagi hingga pukul 18.00 waktu Arab Saudi.

"Seluruh jemaah berjumlah 439," kata Ihsan.

Pihak panitia menerapkan prioritas khusus dalam pengisian bus demi kelancaran.

"Kita dahulukan lansia, disabilitas, perempuan, baru setelah itu laki-laki yang sehat dan terakhir ketua regu, rombongan, dan kloter," ujar Ihsan.

Faktor kesehatan menjadi syarat mutlak karena perjalanan dari Makkah ke Madinah menempuh jarak cukup jauh.

Jemaah yang sakit akan ditunda keberangkatannya hingga kondisi fisik membaik.

>>> FIFA Perkenalkan Lencana Khusus untuk Pemain Legendaris di Piala Dunia 2026

"Kalau ada jemaah yang sakit dan menurut dokter tidak boleh diberangkatkan, akan dirawat di Makkah di rumah sakit Arab Saudi," jelas Ihsan.