Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan pada akhir Mei 2026.

Posisinya tercatat sebesar US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$146,2 miliar.

>>> FIFA Perkenalkan Lencana Khusus untuk Pemain Legendaris di Piala Dunia 2026

Penurunan ini dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah.

Hal ini sejalan dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global serta lonjakan permintaan valuta asing musiman di dalam negeri.

Meskipun menurun, BI menegaskan cadangan devisa tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional.

Jumlah itu setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor, atau 5,5 bulan impor jika ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah.

>>> LSI Denny JA Desak Pemerintah Wujudkan Taubat Ekologis dengan Kebijakan Nyata

Dukungan terhadap Ketahanan Eksternal

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal. Ia juga menilai hal ini menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

BI meyakini indikator ketahanan sektor eksternal Indonesia ke depan akan tetap terjaga. Dukungan berasal dari cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing yang berlanjut.

Sentimen positif investor terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang menarik menjadi pendorong aliran modal tersebut.

>>> Naoki Hamaguchi: The Witcher 3 Jadi Inspirasi Game Ketiga Final Fantasy VII Remake

BI terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah untuk memperkuat ketahanan eksternal.