Kemerosotan yang terjadi di pasar saham Asia Timur menjadi efek domino dari berakhirnya tren positif di bursa saham AS pada akhir pekan lalu.

Reli kemenangan yang berlangsung selama sembilan minggu berturut-turut di Wall Street terhenti secara dramatis pada hari Jumat.

Saham di sektor teknologi yang dinilai telah berada dalam kondisi jenuh beli atau overheated mengalami koreksi harian terdalam sejak April 2025.

Pemicu utamanya adalah rilis data ketenagakerjaan AS atau Non-Farm Payrolls yang menunjukkan angka kuat.

>>> IHSG Anjlok 3,4% di Sesi I, Saham BBCA Justru Diborong Investor Domestik

Data ekonomi tersebut memicu kekhawatiran pasar bahwa The Fed akan menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat atau hawkish di sisa tahun ini.