Pasar saham China dan Hong Kong resmi dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi (8/6/2026).

Koreksi ini dipicu oleh penurunan bursa saham regional Asia akibat kecemasan investor global terkait keberlanjutan tren penguatan sektor kecerdasan buatan (AI).

>>> Pelemahan Rupiah Berdampak pada Bisnis Trade Finance CIMB Niaga

Kondisi tersebut diperparah oleh rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang mendorong spekulasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed.

Sejumlah indeks utama langsung mencatatkan penurunan signifikan pada awal pembukaan pasar.

Indeks CSI300 yang menjadi acuan saham unggulan China merosot sebesar 2,4 persen.

Sementara itu, Indeks Shanghai Composite melemah 2,2 persen dan Indeks Hang Seng Hong Kong mengalami koreksi sebesar 1,5 persen.

Sektor Teknologi China Terpukul

Sektor teknologi di China yang selama ini ditopang oleh industri rantai pasok cip domestik terkena dampak langsung dari koreksi global.

Pergerakan saham emiten lokal ini memiliki korelasi erat dengan kinerja raksasa semikonduktor dunia seperti Nvidia dan Micron.

Saham Zhongji Innolight langsung terjerembap 4 persen di awal perdagangan. Perusahaan pemasok komponen optik untuk Nvidia ini merupakan indikator utama dari reli sektor AI di pasar China.

>>> IHSG Anjlok 35,52 Persen Sepanjang Tahun, Tertekan Sentimen Global

Zhongji Innolight baru saja menggeser posisi produsen baterai raksasa, CATL, sebagai emiten berkapitalisasi pasar terbesar dalam indeks CSI300.

Penurunan ini kemudian menjalar ke sektor teknologi yang lebih spesifik.

Indeks STAR50 yang berfokus pada teknologi anjlok sebesar 4,8 persen pada awal perdagangan. Sektor semikonduktor dalam negeri atau onshore turut rontok secara akumulatif hingga melampaui 5 persen.

Dampak Penurunan Wall Street ke Pasar Asia