Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyoroti lonjakan harga bawang merah di pasar tradisional. Kenaikan mencapai 50 persen hingga menyentuh Rp60.500 per kilogram.

Sekretaris Jenderal Ikappi Reynaldi Sarijowan mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar AS belum berdampak langsung terhadap harga bahan pangan.

>>> OJK Catat 19 Fintech Lending dengan Kredit Macet di Atas 5 Persen

Namun, harga bawang merah naik luar biasa.

Berdasarkan data pemantauan Ikappi per Juni 2026, harga bawang merah tercatat Rp60.500 per kg.

Komoditas lain seperti cabai rawit merah Rp84.000 per kg, cabai merah besar Rp71.000 per kg, dan cabai merah keriting Rp65.000 per kg.

Harga bawang putih Rp42.500 per kg, daging ayam ras Rp41.500 per kg, telur ayam ras Rp28.000 per kg, minyak goreng curah Rp21.900 per liter, dan Minyakita Rp16.000–Rp17.000 per liter.

>>> KKP Bangun Kawasan Industri Garam di Rote Ndao untuk Capai Swasembada 2027

Ikappi memproyeksikan harga mayoritas kebutuhan pokok akan melandai dalam beberapa pekan ke depan karena faktor musiman.

Namun, asosiasi ini mendesak pemerintah melakukan intervensi pada sentra produksi dan jalur distribusi.

Reynaldi menekankan pentingnya kepastian pasokan bagi pedagang pasar tradisional. Pasokan cabai dari Jawa dan Sulawesi serta bawang merah dari Brebes harus lancar menuju Jabodetabek.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai pelemahan rupiah belum mengganggu perdagangan dan daya beli masyarakat secara makro. Kementerian terus berkoordinasi dengan importir dan produsen bahan baku.

>>> Ibnu Riza Pimpin IESPA Lagi, Fokus Kembangkan Ekonomi Esport

Budi menegaskan pentingnya mencegah gangguan pasokan atau kekosongan stok di pasar tradisional. Secara keseluruhan, stok pangan pokok nasional dalam kategori aman, bahkan telur ayam ras mengalami surplus.