KKP Bangun Kawasan Industri Garam di Rote Ndao untuk Capai Swasembada 2027
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Proyek ini dimulai pada Sabtu (6/6/2026) sebagai langkah strategis mengejar target swasembada garam nasional pada tahun 2027.
>>> Ibnu Riza Pimpin IESPA Lagi, Fokus Kembangkan Ekonomi Esport
Langkah ini diambil untuk menekan angka impor garam industri yang selama ini mendominasi kebutuhan dalam negeri.
Program tersebut merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.
Kebutuhan Garam Domestik Meningkat
Data KKP menunjukkan lonjakan kebutuhan garam domestik mencapai 4,8 juta ton pada 2024.
Sebanyak 55 persen di antaranya dipasok melalui impor akibat tingginya standar industri.
Dalam lima tahun terakhir, impor garam tahunan ke Indonesia konsisten melampaui 2,6 juta ton.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menyatakan proyek di NTT ini memiliki nilai strategis yang melampaui komoditas ekonomi.
>>> Polda Sumut Terapkan Pengamanan Terpadu di Laga Indonesia vs Vietnam
"Pembangunan K-SIGN di Rote Ndao bukan hanya sebagai pusat produksi garam, tetapi juga simbol kemandirian, keberlanjutan, dan keadilan sosial bagi masyarakat pesisir Indonesia," ujar Koswara.
Pembangunan sentra industri ini tetap mengedepankan kelestarian lingkungan dengan kepatuhan terhadap regulasi perizinan dan kajian teknis.
KKP telah menanam mangrove di lahan seluas 24 hektare di sekitar K-SIGN selama 2025 dan menargetkan perluasan 100 hektare lagi tahun ini.
Vegetasi mangrove berfungsi sebagai benteng alami pantai dari abrasi dan gelombang kuat.
Proyek K-SIGN melibatkan partisipasi aktif pemerintah daerah dan warga melalui konsultasi publik dan koordinasi berkala.
Selain mendorong swasembada, kawasan ini diproyeksikan membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan sektor UMKM di Rote Ndao.
>>> Timnas Indonesia U19 Tekuk Vietnam dan Amankan Juara Grup A
"KKP akan terus membuka ruang dialog dan menerima masukan konstruktif agar pembangunan berjalan inklusif, transparan, dan berkelanjutan," kata Koswara.
Update Terbaru
Ahli Harvard Ungkap 5 Tips agar Panjang Umur, Ternyata Tidak Susah
Kamis / 23-07-2026, 16:14 WIB
Zhang Xiaofei Digosipkan Tak Ambil Bayaran Main Kung Fu Soccer
Kamis / 23-07-2026, 16:14 WIB
AKAI Perluas Portofolio Audio di India dengan Speaker Bluetooth, Soundbar, dan Party Speaker
Kamis / 23-07-2026, 16:14 WIB
Rekomendasi Shade Bedak Padat Pixy untuk Kulit Sawo Matang agar Tidak Abu-abu
Kamis / 23-07-2026, 16:14 WIB
boAt Luncurkan Nirvana Eutopia 2 ANC dengan Adaptive Hybrid ANC 45dB
Kamis / 23-07-2026, 16:13 WIB
Koleksi Satwa Kebun Binatang Surabaya dan Kondisinya Usai Kasus Korupsi Eks Dirut
Kamis / 23-07-2026, 16:12 WIB
5 Benda Pembawa Hoki di Meja Kerja Menurut Feng Shui, Bikin Rezeki Lancar
Kamis / 23-07-2026, 16:12 WIB
OJK Cabut Izin Usaha Penjamin Emisi Efek PT Ekuator Swarna Sekuritas
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Hari Anak 2026, Pertamina Trans Kontinental Ajak Anak Jaga Laut
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Setoran Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp54,71 Triliun hingga Semester I 2026
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Pramono Anung Dikritik karena Klaim Orang Tinggalkan Partai Tak Akan Besar
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Marc Anthony Sambut Anak Ke-8, Istri 30 Tahun Lebih Muda
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Petisi Online Minta Final Piala Dunia 2026 Diulang, Sudah 61.500 Tanda Tangan
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Samsung Rilis Galaxy Z Fold8 dengan Layar Lebar, Mendahului Apple
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB







