"Ya, tentu saja," kata Verstappen.

Juara dunia empat kali itu menambahkan bahwa kesuksesan di F1 membutuhkan perpaduan antara bakat membalap dan paket mobil yang kompetitif, sesuatu yang dibuktikan Antonelli musim ini.

"Anda melihat beberapa orang tumbuh dari kategori junior yang memiliki sesuatu yang istimewa dan ketika mereka pindah kategori, mereka langsung cepat.

Itu cukup jelas dengan Kimi," ujar Verstappen.

Verstappen melihat performa impresif Antonelli sebagai bukti kematangannya dalam memaksimalkan potensi mobil Mercedes W17 di lintasan.

"Ketika Anda masuk ke Formula 1, kadang-kadang tidak hanya bakat, semuanya harus menyatu, Anda perlu menjadi pembalap yang lebih serba bisa dan kemudian, tentu saja, Anda perlu memiliki paket untuk bisa melakukannya.

Tahun ini dia menunjukkan bahwa begitu dia memiliki paket yang bisa melakukannya, dia tampil sebagai pembalap," tutur Verstappen.

Di sisi lain garasi Mercedes, kekecewaan mendalam dirasakan oleh Russell yang gagal menemukan ritme performa terbaik sepanjang sesi kualifikasi.

"Ini akhir pekan yang sangat menantang bagi saya sejauh ini dan itu berlanjut ke kualifikasi.

Ini sedikit menjadi kelemahan saya akhir-akhir ini dan sayangnya tidak berhasil akhir pekan ini.

Ada beberapa putaran bagus selama satu jam, dan FP3 cukup menjanjikan, tetapi momen-momen itu terlalu sedikit.

Anda membutuhkan kepercayaan penuh pada tingkat cengkeraman yang Anda dapatkan, terutama di sini, dan saya tidak memilikinya," kata Russell.

Russell menyatakan komitmennya untuk mengevaluasi gaya berkendara yang digunakannya saat ini. Ia ingin memahami kendala temperatur dan performa ban pada generasi mobil terbaru.

"Ini rentetan yang membuat frustrasi bagi saya akhir-akhir ini dan saya perlu memahami mengapa saya kesulitan membuat ban bekerja seperti yang seharusnya.