Sentimen Negatif Investor terhadap Kebijakan Pemerintah Perlu Dibenahi
Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan suku bunga tinggi memiliki biaya ekonomi yang tidak kecil.
>>> PBNU Apresiasi Workshop Pengasuh Pesantren Se-Indonesia di Cirebon
Kenaikan BI Rate berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan biaya pembiayaan pemerintah, dan memperbesar beban pembayaran bunga utang negara.
"Kalau sudah menaikkan tinggi itu, ujung-ujungnya pertumbuhan ekonomi yang dikorbankan. Pemerintah harus rela membayar biaya tersebut sebagai konsekuensi dari sentimen negatif yang berkembang di pasar," jelasnya.
Inverted Yield Curve dan Persepsi Negatif
Juniman juga menyoroti fenomena inverted yield curve, yaitu ketika yield obligasi jangka pendek lebih tinggi dibandingkan obligasi jangka panjang.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan persepsi negatif di kalangan investor karena sering dianggap sebagai sinyal adanya masalah dalam perekonomian.
"Di mana-mana kalau terjadi inverted yield, itu salah satu tanda bahwa ekonomi negara tersebut ada masalah. Investor akan memberi sentimen negatif terhadap pasar obligasi," katanya.
Lebih lanjut, Juniman menegaskan bahwa penguatan rupiah tidak semata-mata bergantung pada kenaikan suku bunga.
Kenaikan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25% pada Mei sebelumnya belum berhasil membalikkan arah pelemahan rupiah karena akar persoalannya berada pada faktor kepercayaan pasar.
"Persoalannya bukan sekadar berapa tinggi suku bunga yang membuat investor asing tertarik. Pemerintah harus memperbaiki sentimen negatif yang sudah terbangun di pasar.
Itu yang harus dilakukan lebih dulu," ungkapnya.
Perbaikan Komunikasi Publik
Untuk itu, ia mendorong pemerintah memperbaiki komunikasi publik dan menjelaskan secara transparan berbagai kebijakan yang memicu pertanyaan investor.
Mulai dari kebijakan devisa hasil ekspor (DHE), pengelolaan investasi melalui Danantara, hingga berbagai kebijakan lain yang dinilai pasar berpotensi menimbulkan distorsi.
"Pemerintah harus menjawab kritik dan pertanyaan yang muncul dari investor, ekonom maupun lembaga pemeringkat.
>>> Anthony Gordon Ungkap Kebahagiaan Bergabung dengan Barcelona
Kebijakan harus dijelaskan secara kredibel, akuntabel dan transparan agar kepercayaan pasar bisa kembali pulih," tegas Juniman.
Update Terbaru
Timnas Indonesia U-19 Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19 2026
Minggu / 07-06-2026, 22:20 WIB
Suburbia Jepang: Subaru Ekspor Ascent Buatan AS ke Negeri Asal Kei Car
Minggu / 07-06-2026, 22:20 WIB
Aniplex Luncurkan Hitung Mundur Misterius Berakhir 9 Juni
Minggu / 07-06-2026, 22:18 WIB
Timnas Indonesia U-19 Tekuk Vietnam demi Tiket Semifinal Piala AFF
Minggu / 07-06-2026, 22:18 WIB
Mesin Rusak Paksa Max Verstappen Keluar dari GP Monako 2026
Minggu / 07-06-2026, 22:18 WIB
Laba Industri P2P Lending Melonjak 71,43% Jadi Rp 960 Miliar per April 2026
Minggu / 07-06-2026, 22:16 WIB
Kementerian Haji dan Umrah Kawal Penanganan Bagasi Jemaah yang Tertunda
Minggu / 07-06-2026, 22:16 WIB
BTN Perkuat Manajemen Risiko untuk Tekan Rasio Kredit Bermasalah
Minggu / 07-06-2026, 22:16 WIB
Timnas Indonesia U-19 Ungguli Vietnam 1-0 di Babak Pertama Piala AFF
Minggu / 07-06-2026, 22:12 WIB
Max Verstappen Rebut Posisi Start Kedua di GP Monako 2026
Minggu / 07-06-2026, 22:12 WIB
Kabar Duka Peabo Bryson dan Pernikahan Mewah Dua Lipa di Italia
Minggu / 07-06-2026, 22:12 WIB
Timnas U19 Indonesia Targetkan Kemenangan atas Vietnam untuk Lolos Semifinal
Minggu / 07-06-2026, 22:12 WIB
Marjane Satrapi, Penulis Novel Grafis Persepolis, Meninggal di Prancis
Minggu / 07-06-2026, 22:08 WIB
KKP dan KITB Sepakati Penataan Ruang Laut Pesisir Batang
Minggu / 07-06-2026, 22:08 WIB






