Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mewajibkan sekitar 60 suporter untuk segera melunasi pembayaran tiket Piala Dunia 2026 yang sempat teralokasikan secara gratis.

Insiden ini terjadi akibat gangguan sistem pada proses checkout di situs resmi FIFA, Selasa (21/5).

>>> Timnas Indonesia U-19 Wajib Kalahkan Vietnam di Laga Penentu Grup A Piala AFF U-19

Masalah teknis tersebut membuat puluhan tiket teralokasikan tanpa biaya. Meski terjadi kekeliruan, FIFA memilih melakukan reservasi ulang daripada membatalkan kuota secara sepihak.

Pihak penyelenggara memberikan kesempatan bagi pemilik tiket gratisan untuk tetap mempertahankan hak menonton dengan syarat membayar sesuai nominal asli.

FIFA menyesalkan kesalahan ini dan segala ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

"Tiket yang dipesan oleh para penggemar tersebut tetap kami reservasi dan mereka telah diundang untuk menyelesaikan pembayaran sesuai harga yang berlaku," demikian pernyataan resmi FIFA, seperti dilansir dari Al Jazeera, Minggu (7/6/2026).

Loket Penjualan Masih Terbuka

Insiden ini mengungkap bahwa loket penjualan tiket masih terbuka untuk publik melalui sistem resale di platform resmi.

>>> Federico Chiesa Bantah Tuntut Gaji Tinggi, Ungkap Fakta di Balik Kepergian dari Juventus

Sistem ini memotong komisi 15 persen bagi pembeli dan penjual demi menekan percaloan.

Fakta tersebut berbanding terbalik dengan klaim Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya yang menyatakan seluruh tiket untuk 104 pertandingan telah habis terjual sejak beberapa bulan lalu.

Langkah penyediaan platform resmi ini tetap memicu kritik. Lonjakan harga tiket dinilai sudah terlampau mahal sejak awal.

Panitia bersama pada 2018 awalnya menjanjikan tiket fase grup seharga USD 21 (sekitar Rp379 ribu) saat Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menang bursa tuan rumah.

>>> 12 Pertandingan Sepak Bola Internasional Tayang Hari Ini di TV Nasional

Namun kini harga tiket baris depan laga final meroket hingga USD 32.970 atau setara Rp595 juta.