Selanjutnya, suami harus menjadi kepala keluarga yang bijak dengan bersikap terbuka terhadap diskusi. Setiap keputusan rumah tangga idealnya dibahas bersama dengan mendengarkan pandangan istri.

Pemimpin keluarga juga wajib melindungi anggotanya dari tindakan yang dilarang Allah SWT. Suami harus senantiasa mengingatkan istri dan anak-anak untuk beribadah.

Memberikan nafkah menjadi bukti tanggung jawab suami sebagai kepala rumah tangga. Kebutuhan dasar seperti pakaian, makanan, dan tempat tinggal untuk istri serta anak harus benar-benar diperhatikan.

Suami yang tulus mencari nafkah sesuai kemampuan akan mendapatkan balasan luar biasa dari Allah SWT di dunia dan akhirat.

Selain nafkah, suami juga dianjurkan membantu pekerjaan rumah tangga.

Persepsi bahwa suami hanya bekerja di luar dan istri mengurus rumah perlu diluruskan agar tidak memicu kesalahpahaman.

Suami dan istri seharusnya bekerja sama serta saling mendukung dalam pekerjaan domestik.

Suami juga wajib memiliki etika yang baik dalam ucapan, tindakan, sikap, dan sifat. Salah satu contoh etika baik adalah menghindari segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Ketika istri melakukan kesalahan, suami dituntut menasihati dengan cara yang baik dan bersabar. Menanggapi kekeliruan istri secara tidak bijak hanya akan melukai perasaan dan memperburuk keadaan.

Suami harus mencintai istri dengan tulus karena keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.

Pola ini meniru contoh dari Rasulullah SAW yang tidak memandang cinta dari kekayaan, penampilan, atau keturunan.

>>> Watsons Indonesia Gelar Promo 6.6 Mid Year Sale, Diskon hingga 70%

Terakhir, kesetiaan menjadi komitmen penting untuk memegang teguh janji pernikahan. Pasangan suami istri harus bersatu menghadapi suka duka, menerima kekurangan, serta menghindari hal-hal yang memicu konflik.