Usulan Skema Sliding Scale

Emil menyarankan pemerintah mempertimbangkan mekanisme sliding scale apabila konsep gross split nantinya diterapkan di sektor minerba.

Dalam skema tersebut, porsi penerimaan negara dapat meningkat ketika harga komoditas dan tingkat profitabilitas sedang tinggi, namun menurun saat harga komoditas melemah.

Menurutnya, formula pembagian hasil juga perlu mempertimbangkan berbagai faktor, seperti jenis komoditas, lokasi tambang, hingga besaran investasi awal yang dibutuhkan.

"Menurut saya, jika pemerintah ingin menerapkan konsep serupa gross split, maka formula harus mempertimbangkan jenis komoditas, lokasi tambang, hingga besaran investasi awal.

Hal ini penting agar negara tetap memperoleh manfaat maksimal tanpa harus mengorbankan keberlanjutan investasi," kata Emil.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa rencana perubahan skema bagi hasil di sektor pertambangan masih berada pada tahap kajian dan belum menjadi keputusan final pemerintah.

Menurut Yuliot, pembahasan saat ini masih dilakukan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kajian teknis, keekonomian proyek, hingga optimalisasi penerimaan negara.

"Itu masih dalam pembahasan, lagi dikaji oleh Ditjen Minerba.

Kami melihat dari target-target, tentu ini kami lakukan percepatan untuk pengamanan dan juga harus ada kepastian hukum, kepastian berusaha bagi pelaku usaha," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (5/6).

Yuliot menambahkan bahwa pembahasan skema baru tersebut tidak hanya dilakukan di lingkungan Kementerian ESDM. Keputusan akhir nantinya akan dibahas dan ditetapkan melalui sidang kabinet.

>>> Viral Calon Pengantin Batalkan Pernikahan Tiga Hari Sebelum Akad Setelah Bongkar Perselingkuhan Pasangan

"Nanti akan dibahas di sidang kabinet. Jadi yang memutuskan itu adalah sidang kabinet," tandasnya.