BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menurunkan proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah tekanan sentimen negatif yang masif, terutama dari dalam negeri.

Dalam riset terbarunya, BRIDS menetapkan BBCA sebagai salah satu saham pilihan karena diskon yang sudah besar.

>>> Pramono Anung: CFD Rasuna Said Berpotensi Jadi Landmark Baru Jakarta

BRIDS menilai penurunan IHSG lebih dari 30% mencerminkan risk premium Indonesia yang meningkat.

Ada empat pemicu utama: lonjakan harga minyak, ketidakjelasan kebijakan pemerintah seperti rencana kenaikan royalti mineral dan sentralisasi ekspor komoditas, serta penurunan prospek utang oleh Moody’s dan Fitch.

Kondisi ini diperparah oleh langkah MSCI yang mendepak lima saham berkapitalisasi pasar besar dalam rebalancing Mei 2026.

Net sell asing mencapai US$3,1 miliar per awal Juni 2026.

BRIDS juga menyoroti risiko peninjauan rating utang oleh S&P dan penilaian akses pasar saham Indonesia oleh MSCI dalam waktu dekat.

>>> Pramono Anung Proyeksikan CFD Kuningan Jadi Landmark Baru Jakarta

Proyeksi IHSG dan Saham Pilihan

BRIDS memprediksi pertumbuhan EPS emiten mencapai 13% pada 2026 dan 14% pada 2027, namun sektor perbankan diperkirakan turun 4% dan 5%.

Skenario bullish IHSG versi BRIDS berada di level 8.600, bearish 6.500, dan moderat 7.200, turun dari proyeksi sebelumnya 9.440.

BRIDS membagi saham pilihan dalam dua kategori: valuasi terdiskon dalam dan prospek pertumbuhan tinggi.

Di kategori pertama, BBCA dan MIKA mendapat rekomendasi buy dengan target harga masing-masing Rp10.900 dan Rp3.300.

>>> Berapa Kali Normalnya Kentut dalam Sehari? Ini Kata Ahli

Di kategori kedua, saham ISAT, ANTM, TINS, ICBP, INDF, dan CPIN juga direkomendasikan buy dengan target harga Rp3.000, Rp4.900, Rp4.500, Rp10.500, Rp9.400, dan Rp5.900.