Insentif perawatan mudah dan murah sering menjadi daya tarik motor listrik. Namun, kendaraan ramah lingkungan ini tetap memiliki potensi kerusakan seiring waktu.

Situasi tersebut menuntut pemilik untuk melakukan perbaikan. Sayangnya, keberadaan bengkel spesialis yang mampu menangani kendaraan listrik masih sangat terbatas.

>>> OECD Prediksi BI Pertahankan Suku Bunga Ketat Moderat hingga Akhir 2026

Kondisi ini memicu sebagian pemilik motor listrik beralih ke bengkel motor konvensional. Padahal, langkah itu bisa berakibat fatal.

Risiko Kebakaran dan Kerusakan

Ridwan Alawi, pemilik sekaligus teknisi Bengkel Motor Listrik dan Sepeda Listrik Bogor RI EV Maintenance, menyarankan pemilik untuk tetap mengutamakan bengkel spesialis.

Penanganan motor listrik memerlukan keahlian khusus karena karakteristiknya berbeda dengan kendaraan berbahan bakar bensin.

"Itu harus di spesialis kendaraan listrik. Karena penanganannya beda, suku cadangnya juga beda, bahayanya pun berbeda.

>>> KB Bank Batasi Risiko Valas dengan Dominasi Portofolio Rupiah

Kalau di kendaraan konvensional, ketika kesalahan, bahayanya terbesarnya cuma nggak bisa menyala.

Tapi, kalau kita ke sembarang bengkel, bahkan ke bengkel konvensional, bahayanya itu bisa terbakar atau meledak," kata Ridwan.

Proses perbaikan yang gegabah oleh teknisi yang tidak familier dengan sistem kelistrikan berisiko memicu kerusakan baru. Dampaknya bisa menambah beban pengeluaran pemilik kendaraan.

Selain kerugian materi yang membengkak, dampak paling ekstrem dari kesalahan penanganan adalah munculnya kobaran api pada kendaraan.

>>> PP Properti Siapkan Transformasi Bisnis Jangka Panjang Hingga 2034

Untuk mengantisipasi hal tersebut, langkah paling tepat menurut Alawi adalah langsung ke bengkel spesialis kendaraan listrik.