Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat secara moderat hingga akhir tahun ini.

Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi tekanan dari eksternal, seperti lonjakan harga energi global dan pelemahan nilai tukar rupiah.

>>> KB Bank Batasi Risiko Valas dengan Dominasi Portofolio Rupiah

Kenaikan Suku Bunga dan Depresiasi Rupiah

Dalam laporan OECD Economic Outlook edisi Juni 2026, disebutkan bahwa BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada Mei 2026.

Keputusan ini merespons risiko dari transmisi tingginya harga energi global serta pelemahan rupiah yang telah terdepresiasi sekitar 6% terhadap dolar AS sejak awal tahun.

OECD menyarankan BI untuk terus menerapkan pendekatan yang bergantung pada data guna menjaga inflasi domestik tetap dalam rentang target 2,5±1%.

Bank sentral dituntut mampu menyeimbangkan stabilitas harga dengan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Prospek Pelonggaran Moneter

Ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter diperkirakan baru akan mulai terbuka pada tahun depan.

>>> PP Properti Siapkan Transformasi Bisnis Jangka Panjang Hingga 2034

"Apabila nilai tukar stabil dan dampak putaran kedua tetap terkendali, suku bunga kebijakan dapat diturunkan secara bertahap menuju level yang lebih netral pada awal 2027," tulis OECD dalam laporannya yang dikutip Minggu (7/6/2026).

Dari aspek pengendalian harga, kebijakan pemerintah dalam menahan harga BBM bersubsidi dinilai efektif meredam tekanan inflasi.

OECD memprediksi laju inflasi umum Indonesia akan berada di angka 3,4% pada 2026, sebelum melandai ke 2,5% pada 2027.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi (PDB) Indonesia diproyeksikan tertahan di level 4,7% pada 2026 akibat suku bunga tinggi dan beban biaya energi yang menekan konsumsi domestik serta investasi.

>>> Profil Rosa Rai Djalal Istri Dino Patti Djalal Mantan Wamen yang Tengah jadi Perbincangan, Lengkap: Umur, Agama dan IG

Laju pertumbuhan ekonomi baru diperkirakan pulih ke tingkat 5,0% pada 2027.