KB Bank mengambil langkah antisipatif terhadap ketidakpastian ekonomi global dengan mengandalkan struktur portofolio yang didominasi pembiayaan berdenominasi rupiah.

Perwakilan KB Bank, Kunardy, menyatakan bahwa eksposur perseroan terhadap risiko fluktuasi nilai tukar relatif terbatas. Hal ini karena portofolio kredit masih didominasi rupiah.

>>> PP Properti Siapkan Transformasi Bisnis Jangka Panjang Hingga 2034

Manajemen menegaskan bahwa KB Bank tidak memiliki posisi devisa neto yang material. Pengelolaan risiko keuangan dilakukan secara prudent sesuai kebijakan internal.

Dengan strategi tersebut, dampak langsung volatilitas nilai tukar terhadap kinerja perseroan diperkirakan tidak signifikan. Kualitas kredit valas juga dilaporkan tetap terjaga.

Rasio non-performing loan (NPL) untuk portofolio kredit valas tercatat di bawah 0,5%. Angka ini menunjukkan tingkat kesehatan penyaluran dana yang aman.

KB Bank tidak dapat menyampaikan informasi spesifik terkait eksposur debitur tertentu. Hal ini untuk menjaga kerahasiaan nasabah dan memenuhi ketentuan perbankan.

>>> Profil Rosa Rai Djalal Istri Dino Patti Djalal Mantan Wamen yang Tengah jadi Perbincangan, Lengkap: Umur, Agama dan IG

Pelemahan rupiah tetap berpotensi menekan debitur korporasi, terutama yang berpendapatan rupiah namun memiliki kewajiban valas. Perseroan menerapkan analisis kredit komprehensif untuk mengantisipasi risiko tersebut.

Proses analisis mencakup evaluasi kemampuan debitur menghadapi volatilitas. Pemantauan performa debitur juga dilakukan secara berkelanjutan.

Kunardy menambahkan bahwa setiap penyaluran kredit mengedepankan prinsip kehati-hatian. Seluruh proses sesuai kebijakan manajemen risiko dan ketentuan batas maksimum pemberian kredit (BMPK) dari regulator.

>>> SEGA Hadirkan Tupac Shakur di Game Stranger Than Heaven

KB Bank tidak menetapkan target khusus untuk meningkatkan porsi kredit valas. Pertumbuhan portofolio akan ditentukan oleh kebutuhan nasabah dan ketersediaan likuiditas valas.