AS dan Iran Kembali Saling Serang di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Terancam
Pasukan militer Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat aksi saling serang di kawasan Selat Hormuz pada sepekan terakhir hingga Minggu, 7 Juni 2026.
Konflik ini menandai kemunduran serius dari kesepakatan gencatan senjata yang rapuh serta memicu kebuntuan dalam perundingan damai kedua negara.
>>> Saham BBCA dan BBRI Sentuh Rekor Terendah Lima Tahun
Eskalasi di Selat Hormuz
Komando Sentral AS (Centcom) melumpuhkan sejumlah persenjataan Iran, termasuk menembak jatuh dua pesawat nirawak yang dinilai mengancam jalur pelayaran maritim internasional.
Sebelumnya, Centcom juga berhasil mencegat enam rudal balistik yang diarahkan ke Bahrain dan Kuwait.
Sebagai balasan, militer AS menggempur situs radar pengawas pantai milik Iran di Goruk dan Pulau Qeshm.
Pemerintah AS di bawah pimpinan Donald Trump mulai menggulirkan rencana kontroversial terkait pemanfaatan aset finansial Teheran.
Washington berniat mengalihkan aset Iran yang dibekukan di AS untuk membantu pemulihan negara-negara sekutu di Teluk Persia akibat serangan Teheran.
Langkah sepihak ini berisiko menghentikan proses dialog perpanjangan gencatan senjata secara total.
Negosiasi bilateral saat ini sudah mengalami kebuntuan karena Iran tetap menuntut pencairan aset finansial mereka senilai US$24 miliar yang dibekukan oleh AS.
Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa Iran masih memegang sebagian kekuatan militer meskipun telah mendapat gempuran.
>>> Lionel Scaloni Beri Debut Empat Pemain saat Argentina Kalahkan Honduras
Dalam sebuah wawancara, Trump memperkirakan sisa persenjataan Iran berada di angka sekitar 21 hingga 22 persen.
"Itu masih banyak rudal, tetapi tidak sebanyak ketika kami pertama kali menyerang," kata Trump.
Trump juga menyatakan bahwa Iran tidak berada dalam posisi untuk memiliki senjata nuklir.
Tekanan politik terhadap Trump meningkat seiring penutupan jalur Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak mentah global dan inflasi.
Namun, Trump meremehkan dampak ekonomi dari kenaikan harga bahan bakar tersebut.
"Orang-orang mengira situasinya akan jauh lebih buruk," kata Trump.
Konflik regional ini turut melibatkan faksi lain di Timur Tengah setelah serangan Iran menewaskan satu orang di bandara utama Kuwait.
>>> Dua Pemain River Plate Debut Bersama Timnas Argentina
Pertempuran antara pasukan Israel dan milisi Hizbullah yang didukung Iran juga masih terus berlanjut.
Update Terbaru
Kisah Sudaryono dan Nanik S Deyang: Dipisahkan Jabatan, Disatukan Prabowo
Kamis / 23-07-2026, 01:36 WIB
Cara Daftar Face Recognition KAI untuk Boarding Tanpa Tiket di 22 Stasiun
Kamis / 23-07-2026, 01:36 WIB
MBG Bakal Rakus seperti Pacman, Sudaryono: Tak Ada Lagi Mandi Susu hingga Buang-buang Wortel
Kamis / 23-07-2026, 01:36 WIB
16 Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Semuanya Pernah Dikumpulkan Prabowo di Sentul
Kamis / 23-07-2026, 01:36 WIB
Samsung Resmi Luncurkan Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9 dengan Chip Snapdragon Wear Elite
Kamis / 23-07-2026, 01:35 WIB
Perusahaan AI Sembunyikan Utang Raksasa di Luar Neraca
Kamis / 23-07-2026, 01:21 WIB
Short Seller Raup Untung Besar saat Saham SpaceX Anjlok
Kamis / 23-07-2026, 01:20 WIB
Mantan Pimpinan Ultima Online: MMO Akhirnya Bebas dari Bayang-Bayang World of Warcraft
Kamis / 23-07-2026, 01:20 WIB
Kurangi Garam Seminggu, Tekanan Darah Langsung Turun
Kamis / 23-07-2026, 01:20 WIB
Serikat Pekerja Kecam Perlakuan Bethesda terhadap Karyawan Montreal yang Di-PHK
Kamis / 23-07-2026, 01:15 WIB
Anime Chainsmoker Cat Umumkan Pengisi Suara Baru untuk Episode 4
Kamis / 23-07-2026, 01:15 WIB
Sony Luncurkan Kamera Sinema FX5 dengan Persyaratan Kartu VPG400
Kamis / 23-07-2026, 01:14 WIB
Victor Wembanyama Jadi Bintang Sampul NBA 2K27, Kalahkan Jalen Brunson
Kamis / 23-07-2026, 01:14 WIB
NBA 2K27 Resmi Umumkan Wembanyama, Clark, dan Rose sebagai Cover Athletes
Kamis / 23-07-2026, 01:14 WIB







