Studi: Cold Pressed Juice Belum Tentu Lebih Sehat dari Jus Biasa
Metode pembuatan minuman buah belakangan ini memicu perdebatan mengenai efektivitas kandungan nutrisi yang dihasilkan dari berbagai alat pengolahan.
Minuman yang dibuat dengan metode penekanan perlahan tanpa panas tinggi sering dinilai lebih premium karena dianggap mampu menjaga vitamin dan antioksidan sensitif.
>>> Rupiah Menguat ke Rp18.012 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global
Dilansir dari Detik Health, pengolahan buah dengan teknik berkecepatan tinggi justru dapat meningkatkan paparan oksigen serta suhu panas yang berpotensi merusak gizi.
Sebuah penelitian menguji kadar polifenol pada jus anggur yang diproduksi menggunakan alat pemeras berkecepatan rendah.
Hasil pengujian menunjukkan metode low-speed tersebut menghasilkan kandungan polifenol sekitar 327 mg per 100 mL.
Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan blender yang menghasilkan 250 mg per 100 mL, serta juicer sentrifugal yang hanya menyisakan 90 mg per 100 mL.
Kandungan vitamin C juga memperlihatkan hasil tertinggi pada metode lambat tersebut, yakni mencapai kisaran 0,78 mg per 100 mL.
>>> Kenaikan Harga BBM Solar Nonsubsidi Hambat Pembelian Mobil Diesel
Sementara itu, proses pengolahan menggunakan blender menghasilkan vitamin C sebesar 0,40 mg per 100 mL dan juicer sentrifugal mencatatkan angka 0,17 mg per 100 mL.
Klaim Keunggulan yang Dipertanyakan
Meskipun beberapa uji coba menunjukkan keunggulan metode pemerasan dingin, riset lain justru memaparkan hasil yang berbeda.
Penelitian pada komoditas nanas, jambu biji, wortel, serta buah naga yang diproses dengan dua alat berbeda tidak memperlihatkan perbedaan yang berarti.
Kadar vitamin C, total fenolik, total karotenoid, hingga kemampuan menangkal radikal bebas didapati mirip di antara kedua metode.
Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa anggapan mengenai keunggulan mutlak gizi minuman hasil perasan dingin dibandingkan metode konvensional patut dipertanyakan kembali.
>>> Kenaikan Harga BBM Solar Nonsubsidi Hambat Pembelian Mobil Diesel
Kualitas dan kadar nutrisi akhir pada minuman sehat ini nyatanya sangat dipengaruhi oleh varietas buah, teknik pemrosesan, hingga durasi penyimpanan pascapembuatan.
Update Terbaru
Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan 'Agent Kim Reactivated' Pimpin Tayangan Netflix
Rabu / 22-07-2026, 13:42 WIB
Istana: Sudaryono Kepala BGN Definitif, Tak Rangkap Jabatan Wamentan
Rabu / 22-07-2026, 13:42 WIB
Cara Cek Status Penerima KIP Kuliah 2026, Mudah dan Online
Rabu / 22-07-2026, 13:42 WIB
Walkot NY Mamdani Mau Bantu ICC Tangkap Netanyahu, Apakah Legal?
Rabu / 22-07-2026, 13:42 WIB
Rachel/Febi Ungkap Kunci Kalahkan Unggulan 2 China Open
Rabu / 22-07-2026, 13:42 WIB
Kemenperin Dukung Aturan ODOL, Pasar Kendaraan Niaga Diprediksi Bergairah
Rabu / 22-07-2026, 13:41 WIB
Apple Naikkan Harga Langganan iCloud Plus di Indonesia Mulai Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 13:40 WIB
9 Jam Tangan Pintar Anti Air Murah untuk Aktivitas Outdoor, Mulai Rp200 Ribuan
Rabu / 22-07-2026, 13:40 WIB
Swiss-Belresort Dago Hadirkan Omakase Hana Japanese Pop Up Kitchen
Rabu / 22-07-2026, 13:40 WIB
Studi Harvard: Kebiasaan Minum Manis Sejak Kecil Picu Hipertensi
Rabu / 22-07-2026, 13:40 WIB
Abdel Achrian Kini Lebih Ikhlas Kenang Mendiang Temon
Rabu / 22-07-2026, 13:40 WIB
7 Motor Bekas Harga 5 Jutaan, Kuat Nanjak dan Angkat Barang Berat tapi Irit Bensin
Rabu / 22-07-2026, 13:40 WIB
Changan Targetkan 15 Model Baru dan 100 Dealer di Indonesia
Rabu / 22-07-2026, 13:40 WIB







