Lonjakan harga bahan bakar minyak jenis solar nonsubsidi sempat menahan minat beli konsumen terhadap kendaraan diesel modern di jaringan diler Toyota Auto2000.

Fenomena tersebut memicu para pelanggan untuk menunda transaksi atau mengalihkan pesanan mereka ke unit kendaraan lain yang dinilai memiliki efisiensi lebih tinggi.

>>> Asing Borong Saham BUMI Rp 266 Miliar di Tengah Tekanan Pasar

Kondisi pasar otomotif ini berdampak langsung pada beberapa model andalan, seperti Toyota Kijang Innova Diesel dan Fortuner Diesel.

Kendati terjadi perubahan dinamika, situasi di lapangan tidak menunjukkan adanya pembatalan pemesanan secara massal dari pihak konsumen.

Pergeseran Preferensi ke Kendaraan Hybrid

Chief Executive Officer Auto2000 Anton Jimmi Suwandy mengonfirmasi adanya peralihan tren preferensi pelanggan tersebut di wilayah Jakarta.

"Bulan lalu ya, terutama kita dengar banyak konsumen, mungkin bahasanya bukan dibilang batal ya. Jadi ada konsumen yang ganti," kata Anton.

Pihak diler mencatat bahwa sebagian pemesan kendaraan diesel memutuskan untuk mengubah pilihan mereka ke teknologi mesin yang berbeda.

"Jadi awalnya SPK yang diesel ganti ke hybrid. Misalnya Zenix Hybrid, ada yang ke Veloz Hybrid.

Ada juga yang menunda," ujar Anton.

Pergeseran perilaku ini dinilai bersifat sementara karena loyalitas konsumen terhadap karakteristik mesin diesel masih tergolong tinggi.

>>> Kemendikdasmen Buka Pendaftaran Beasiswa S1 Guru Gelombang Ketiga Juni 2026

"Jadi mungkin banyak berita-berita cancel atau drop. Kalau saya dari sisi dalam, menurunnya itu karena menunda.

Karena kenapa? Pencinta diesel adalah pencinta diesel," kata Anton.

Segmen kendaraan ini tetap memiliki pangsa pasar yang kuat di beberapa wilayah Indonesia, khususnya area yang membutuhkan ketangguhan mesin torsi besar untuk perjalanan jauh.