Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tengah merancang ulang rencana uji coba sistem pembayaran jalan tol tanpa setop atau Multi Lane Free Flow (MLFF).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan implementasi teknologi tersebut di Indonesia. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) selaku Badan Usaha Pelaksana proyek.

>>> Komisi X DPR Kritik Aturan KIP Kuliah yang Diskriminatif terhadap Anak PNS Bergaji Rendah

Plt Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, menjelaskan bahwa proses pendetailan penyiapan ini sangat penting untuk menguji kecocokan sistem dengan ekosistem jalan tol nasional.

"Tahap ini kita lagi melakukan pendetailan penyiapan untuk rencana uji coba kembali terhadap sistem ini bisa diaplikasikan nggak terhadap ekosistem jalan tol di Indonesia," ujar Komang dalam media briefing di Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2026).

Koordinasi erat juga melibatkan tim pengendali khusus untuk merumuskan berbagai skenario pengujian di lapangan.

Tim dari BPJT, RITS, dan tim pengendali sedang menyiapkan skenario-skenario yang harus diuji coba kembali.

>>> Curtis Jones Tanyakan Italia ke Federico Chiesa, Isyaratkan Pindah ke Inter Milan

Proyek MLFF dan Uji Coba Sebelumnya

Proyek MLFF sebenarnya telah dibahas sejak tahun 2021, namun jadwal penerapannya mengalami beberapa kali penundaan.

Sebuah prapelaksanaan berupa uji fungsi terbatas pernah dilakukan di Jalan Tol Bali Mandara pada akhir Desember 2023.

Kepala BPJT Kementerian PU, Wilan Oktavian, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan langkah modernisasi layanan jalan tol yang memerlukan ketelitian tinggi.

"Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

>>> Pemugaran Rumah Raden Saleh di Cikini Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Ia menambahkan bahwa setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan.