Pahami Tahap Parallel Play untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak
"Semakin banyak paparan dan kesempatan berlatih berada di sekitar teman sebaya, semakin cepat anak bisa beralih menuju fase bermain kooperatif," papar Felman.
Durasi fase ini bervariasi pada setiap individu karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perkembangan personal, hingga keberadaan saudara kandung.
Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
Meskipun wajar terjadi, ada beberapa dinamika dalam bermain paralel yang perlu dipahami oleh orang tua. Hubungan pertemanan dalam fase ini cenderung belum masuk ke tingkat yang akrab.
>>> Ramalan Zodiak Cinta: Panduan Jaga Keharmonisan Hubungan Asmara
Psikolog klinis, Christie Ferrari, PsyD, menjelaskan bahwa tidak adanya interaksi mendalam membuat hubungan anak tetap berada di tingkat awal.
"Kecuali jika keakraban itu memang sudah terbentuk sebelumnya," kata Ferrari.
Tantangan lain dapat muncul apabila kebutuhan antara anak dan temannya tidak selaras, misalnya ketika salah satu anak ingin mengobrol sementara yang lain ingin tenang.
Menurut Ferrari, ketidaksesuaian ini berpotensi menimbulkan rasa kesal atau kecewa.
Cara Mengoptimalkan Sesi Bermain
Orang tua dapat mengambil peran aktif untuk mendukung kelancaran fase bermain paralel ini melalui beberapa langkah praktis.
Dokter anak sekaligus juru bicara American Academy of Pediatrics (AAP), Natasha Burgert, MD, FAAP, menyarankan penyediaan jenis mainan yang serupa.
"Berikan mainan yang serupa sehingga mereka dapat melakukan aktivitas yang sama pada waktu yang sama. Dengan begitu, mereka dapat mulai mengembangkan hubungan yang lebih interaktif," pesan Burgert.
Selain menyediakan mainan sejenis, orang tua disarankan memfasilitasi playdate atau kegiatan kelompok di sekolah dan daycare.
Melakukan rotasi mainan secara berkala juga efektif memicu cara bermain baru pada anak.
Kendati demikian, anak tetap membutuhkan waktu untuk bermain sendiri agar tidak merasa kelelahan akibat stimulasi sosial yang terus-menerus.
Update Terbaru
KPK Susun Konstruksi Pasal Pencucian Uang Kasus Imigrasi Silmy Karim
Rabu / 22-07-2026, 12:15 WIB
Nanik Mundur dari BGN karena Sakit, Jabatan Komisaris Pertamina Dipertahankan
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
Pendapatan Adhi Karya Turun 18,37% di Semester I, Laba Bersih Naik
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
BEI Pantau Keras Saham JELI Akibat Anjlok Parah
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
45 Hari di BGN, Nanik Mundur: MBG Harus Dievaluasi Total
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
Charlize Theron Akui Salah Fokus karena Terus Menatap Tubuh Matt Damon di The Odyssey
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
57% Warga Indonesia Simpan Data KTP di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
Penjualan LCGC Anjlok 18,4% di Semester I 2026, Tergerus Mobil Listrik Murah
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
DPR Sahkan UU Pusat Finansial Internasional Indonesia, Ini Tujuannya
Rabu / 22-07-2026, 12:11 WIB
Vivo X300E Resmi Pre-Order, Baterai 7.200 mAh dan Kamera Zeiss Jadi Andalan
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB
Samsung Luncurkan Bespoke AI Refrigerator untuk Dukung Manajemen Dapur di Musim Sekolah
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB
Batuk Tak Kunjung Sembuh? Waspada Bisa Jadi Gejala GERD
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB
Sarwendah dan Ruben Onsu Hadiri Sidang Mediasi Hak Asuh Anak
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB
Hutan Bisa Jadi Ruang Terapi di Tengah Polusi dan Krisis Iklim, Ini Manfaatnya
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB







