Kemenpar Luncurkan MaiA, Asisten AI untuk Transformasi Digital Pariwisata
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi meluncurkan platform kecerdasan buatan bernama Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia (MaiA). Platform ini dirancang untuk mendukung transformasi digital sektor pariwisata nasional.
MaiA dapat diakses melalui situs indonesia. travel.
>>> Kemdikbud Cairkan Bantuan PIP 2026 untuk Siswa SD hingga SMA
Teknologi ini menjadi bagian dari program Tourism 5.0 yang berfokus pada efektivitas adopsi digital di sektor pariwisata.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menjelaskan bahwa MaiA berperan sebagai asisten perjalanan cerdas. Platform ini memberikan rekomendasi yang personal, responsif, dan praktis bagi wisatawan.
Menurut Made, wisatawan modern cenderung menyukai agenda perjalanan yang fleksibel. Namun, mereka sering kesulitan menentukan destinasi atau aktivitas yang ingin dilakukan.
AI mampu merekam perilaku wisatawan berdasarkan riwayat pencarian.
Contohnya, jika seorang tamu hotel biasa memesan kopi hitam, sistem akan merekomendasikan minuman yang sama tanpa perlu diminta.
>>> Le Minerale Kembali Jadi Air Mineral Resmi Indonesia Open 2026
MaiA mendampingi wisatawan di setiap fase perjalanan, mulai dari membayangkan, merencanakan, memesan, merasakan pengalaman, hingga berbagi momen liburan.
Tantangan Ekosistem Digital Pariwisata
Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Publik dan Media, Apni Jaya Putra, menyebut bahwa masyarakat kini berada dalam ekosistem big data dan algoritma.
Jejak digital pengguna diolah untuk menyusun profil yang menentukan konten yang muncul di layar mereka.
Kondisi ini membuat wisatawan tidak lagi memiliki kebebasan penuh dalam memilih. Platform global seperti Google, Meta, dan TikTok mengendalikan destinasi dan paket wisata yang direkomendasikan.
Apni menekankan bahwa sektor pariwisata tidak hanya perlu memproduksi konten menarik, tetapi juga membangun kepercayaan publik. Peran manusia tetap menjadi faktor penentu utama dalam pemanfaatan teknologi.
>>> Rupiah Melemah, IHSG Tertekan: Strategi Investasi yang Tepat
"Yang lebih penting adalah memastikan bahwa teknologi digunakan untuk memperkuat kepercayaan publik, bukan menggantikannya," tegas Apni.
Update Terbaru
KPK Susun Konstruksi Pasal Pencucian Uang Kasus Imigrasi Silmy Karim
Rabu / 22-07-2026, 12:15 WIB
Nanik Mundur dari BGN karena Sakit, Jabatan Komisaris Pertamina Dipertahankan
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
Pendapatan Adhi Karya Turun 18,37% di Semester I, Laba Bersih Naik
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
BEI Pantau Keras Saham JELI Akibat Anjlok Parah
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
45 Hari di BGN, Nanik Mundur: MBG Harus Dievaluasi Total
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
Charlize Theron Akui Salah Fokus karena Terus Menatap Tubuh Matt Damon di The Odyssey
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
57% Warga Indonesia Simpan Data KTP di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
Penjualan LCGC Anjlok 18,4% di Semester I 2026, Tergerus Mobil Listrik Murah
Rabu / 22-07-2026, 12:14 WIB
DPR Sahkan UU Pusat Finansial Internasional Indonesia, Ini Tujuannya
Rabu / 22-07-2026, 12:11 WIB
Vivo X300E Resmi Pre-Order, Baterai 7.200 mAh dan Kamera Zeiss Jadi Andalan
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB
Samsung Luncurkan Bespoke AI Refrigerator untuk Dukung Manajemen Dapur di Musim Sekolah
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB
Batuk Tak Kunjung Sembuh? Waspada Bisa Jadi Gejala GERD
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB
Sarwendah dan Ruben Onsu Hadiri Sidang Mediasi Hak Asuh Anak
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB
Hutan Bisa Jadi Ruang Terapi di Tengah Polusi dan Krisis Iklim, Ini Manfaatnya
Rabu / 22-07-2026, 12:10 WIB







